Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Sekitar 970 peserta dengan kendaraan trail yang datang dari berbagai Daerah di Jawa Tengah hingga Jambi, mencoba menaklukan lintasan sepanjang 40 km, di acara Baksos Rayap Alas Reborn RAM#5, yang berlokasi di Desa Kaliwungu, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, Jawa Tengah. Kegiatan yang berkerjasama dengan Indonesia Off road Federation (IOF) tersebut, selain itu salah satu hobby yang menguji Adrenalin juga sebagai ajang silaturahmi sesama anggota berbagai klub.
“Acara ini adalah untuk kegiatan baksos pembangunan Mushola Al Qodiri di Desa kami Kaliwungu, jadi semua uang yang masuk dari sponsor maupun registrasi peserta semuanya kita sumbangkan untuk pembangunan, semua tadi dapat pemasukan sekitar Rp 76 juta, dan dari panitia akan kita kasihan semua ke pengurus mushola,” ujar salah satu Panitia penyelenggaran Afiq, kepada lensanusantara.co.id, Minggu, (19/4/2026) saat ditemui di lokasi kegiatan.
Selain baksos pembangunan mushola, kegiatan yang di adakan para pemuda Kaliwungu yang dinamakan Rayap Alas Reborn tersebut juga sudah memberikan bantuan ke beberapa tempat ibadah lainnya.
“Pertama dulu untuk baksos TPQ At Taqwa, terus kedua renovasi masjid Asyahid, ketiganya memberikan mobil siaga untuk masyarakat, dan yang ke empat TPQ juga yang ada di dusun 3, jadi dapatnya anggaran berapa kita panitia sama sekali tidak mengambil, real kita sumbangkan semua, dan sekaligus acara ini juga sebagai ajang silaturahmi pecinta motor trail,” tambah Afiq.
Sementara menurut Ketua Indonesi Off road Federation Banjarnegara Bang Joen, selalu induk organisasi kegiatan salah satu hobby otomotif tersebut mengungkapkan sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan para pemuda Kaliwungu, dirinya juga memberikan support penuh agar acara tersebut bisa terus dilaksanakan kedepan.
“Rayap Alas ini salah satu klub yang paling maju saat ini, menurut saya sangat bagus sekali acara ini, selalu mengisi kevakuman kegiatan para pecinta motor trail, saya anggap Rayap Alas ini maju pesat, apalagi setiap even pesertanya selalu bertambah, jadi ini membuktikan kalau di Banjarnegara ini potensi seperti ini harus selalu didukung,” ungkap Ketua Bang Joen.
Terjalnya medan lintasan yang melewati hutan, sungai, jalan berlumpur hingga tanjakan curam menjadi sebuah tontotan menarik tersendiri bagi para pecinta trail yang ingin menguji adrenalin, termasuk banyaknya peserta perempuan dan anak-anak yang ikut dalam ajang tersebut.
“Adanya peserta perempuan hingga anak-anak yang ikut acara ini bagi kami IOF sangat bagus sekali, karena termasuk kaderisasi, jadi jangan hanya laki-laki saja yang maju, tapi perempuan juga harus maju di bidang olahraga extrim seperti ini, jadi disini menunjukkan kaum perempuan tidak mau kalah dengan yang kaum laki-laki,” beber Bang Joen.
Selain mengapresiasi kegiatan Rayap Alas Reborn RAMX#5, Bang Joen juga menyoroti naiknya beberapa BBM yang diterapkan oleh Pemerintah saat ini.
“Disini juga adanya ingin menyoroti juga dengan kebijakan Pemerintah yang yang manaikan harga beberapa BBM, seharusnya pemangku jabatan diatas bis melihat kondisi dan kepentingan masyarakat di bawah, terutama para pencinta dunia otomotif seperti motor trail ini, kalau sampai semua di naikan otomatis banyak peminat berkurang, karena rata-rata seperti ini kan memakai bahan bakar minimal ini Pertamax, banyak juga yang memakai Pertamax Turbo, yang saya ini harganya naiknya gila-gilaan, makanya jangan sampai gara-gara kenaikan BBM peminat even otomotif sepi peminat, semoga dikaji lagi,” tambah Bang Joen.
Dalam pantauan lensanuaantara.co.id di tanjakan berhadiah, terlihat banyak peserta yang gagal menaklukan jalur tanjakan akhir yang memiliki kemiringan sekitar 250° tersebut, selain itu banyak masyarakat yang melihat dengan rasa was-was.
“Asyik aslinya, cuma ikut deg-degan juga saat nonton para peserta naik di tanjakan akhir, banyak yang gagal dan tadi pada jatuh, semoga tidak ada yang cidera,” pungkas salah satu warga bernama Slamet.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga sore tersebut, usai menaklukan lintasan 45 km, peserta langsung disuguhi orkes dangdut, sehingga banyak yang ikut bergoyang, meskipun sekedar menghilangkan capek setelah berpetualang. (Gunawan).














