Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Viral penampakan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gentansari, Kecamatan Pagedongan memunculkan pertanyaan di kalangan wali murid penerima manfaat, selain dianggap keterlaluan porsinya, juga nilai nominal yang di berikan jauh dari kata sesuai, karena hanya susu dengan satu buah apel.
Menurut salah satu wali murid yang anaknya duduk di bangku sekolah dasar kepada lensanusantara.co.id mengungkapkan, menu yang terdiri dari susu dan apel adalah jatah hari Sabtu, (18/4/2026) besok.
“Apelnya segenggam telapak tangan saya aja gak ada dan susu, itu rapelan jatah untuk Sabtu besok, kalau hari ini ada roti satu di belah jadi dua, salad, tempe, ayamnya tipis, dua irisan timun sama tomat tipis, pokoknya tidak layaklah,” dan apelnya itu apel BS,” ungkap salah satu wali murid berinisial A kepada wartawan, Jumat, (17/4/2026).
Kejadian menu tidak sesuai di SPPG Gentansari, ternyata tidak hanya sakali itu terjadi, namun selama ini masyarakat masih diam, karena dianggap sudah melewati batas, akhirnya berani bersuara.
“Aslinya bukan baru ini saja, sering kali menu tidak sesuai dengan harga, tapi karena lama-kelamaan kebangetan akhirnya wali murid berani bersuara, semua guru aslinya tahu, cuma mereka takut bersuara, apakah mereka takut untuk bersuara atau bagaimana juga kita tidak tahu,” jelas A.
Masih kata A,” ini sudah ke dua kali, dulu sudah pernah, ini yang kedua dan kalau nanti ketiga kalinya tidak akan ada toleransi, saya ajak wali murid lainnya untuk demo ke SPPG nya, ini bukan masalah menolak tapi kalau seperti ini sama saja membiarkan kedzaliman di depan merajalela,” tegasnya.
Sementara saat lensanusantara.co.id menghubungi Koordinator BGN Wilayah Banjarnegara Irma Lusita dan salah satu anggota Satgas SPPG melalui pesan watshap, hingga berita ini di turunkan belum ada tanggapan sama sekali, meskipun sudah centang dua.
Dari kasus menu di SPPG Gentansari, menambah rentetan beberapa kasus MBG yang saat ini terjadi di Kabupaten Banjarnegara, lantas bagaimana pengawasan yang dilakukan selama ini oleh perwakilan BGN dan Satgas, padahal seringkali terjadi selama ini, mulai dari kelayakan makanan hingga ketifak sesuaian anggaran dengan yang digelontorkan. (Gunawan).














