Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Usai kegiatan sosialisasi jawaban Bupati Banjarnegara terkait tidak disetujuinya pengangkatan dan pelantikan tiga calon perangkat Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja yang terpilih, beberapa warga dan peserta langsung membentangkan spanduk sebagai ucapan terimakasih karena Pemerintah Daerah yang telah menjunjung tinggi nilai keadilan, transparan dan kejujuran dalam kasus Pilprades yang penuh dengan intrik dugaan kecurangan tersebut.
Meskipun beberapa undangan seperti Ketua BPD, Kades Purwasaba Welas Yuni Nugroho atau biasa dipanggil Hoho, LP3M tidak datang dalam sosialisasi tersebut, acara yang di adakan di aula Kecamatan Mandiraja, yang juga dihadiri oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Anang Sutanto, Kadin Kominfo, Sekdin Dinpermades, Camat, Kapolsek, perwakilan warga Purwasaba serta beberapa peserta Pilprades itu berjalan aman tanpa adanya gangguan apapun.
Kepada lensanusantara.co.id, salah satu peserta Pilprades mengungkapkan, dengan tidak disetujuinya pengangkatan atau pelantikan perangkat terpilih di Desa Purwasaba, menunjukkan bahwa keadilan akan menunjukan jalannya sendiri dalam melawan kedzaliman.
“Pertama saya ucapkan terimakasih kepada Bupati Banjarnegara Ibu Amalia Desiana dan seluruh jajaran Pemerintah Daerah yang tidak tebang pilih dan terbukti menegakan keadilan, dan ini bukan kemenangan untuk salah satu pihak, tapi ini keadilan masyarakat Purwasaba yang dimana dalam proses Pilprades waktu lalu tidak sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, sehingga hari ini adalah bukti bahwa keadilan untuk masyarakat di Kabupaten Banjarnegara masih ada,” ungkap salah satu peserta Rafli yang juga ketua koordinator peserta, Kamis, (7/5/2026).
Masih kata Rafli,” Undangan sosialisasi ini aslinya sudah disebar ke beberapa pihak, tapi seperti Ketua BPD, Panitia Pilprades dan Kade tidak hadir, tapi itu sudah resiko mereka, apakah karena mereka malu atau sebab lainnya kita tidak tahu, yang penting surat sudah sampai ke mereka,” tambahnya.
Suka cita juga disambut oleh perwakilan warga Purwasaba, kepada wartawan Isworo yang sejak awal selalu mendampingi para peserta mencari keadilan dalam kasus Pilprades di Desanya, dirinya mengungkapkan puas dengan dengan tidak di setujuinya pelantikan dan pengangkatan perangkat terpilih yang dianggap penuh dengan kecurangan tersebut.
“Alhamdulillah perjuangan para peserta dan warga Purwasaba selama ini dari awal sampai akhir dalam mencari keadilan berhasil, saya mengapresiasi kepada Ibu Bupati yang telah menerjunkan timnya dari Inspektorat untuk melakukan Pemeriksaan khusus dan berhasil menemukan beberapa pelanggaran selama pelaksanaan Pilprades dari mulai penyaringan, penjaringan hingga ujian, sekali terimakasih kepada jajaran Pemerintah Daerah yang juga telah membantu proses pemeriksaan, ini bukan masalah politik tapi ini adalah bentuk perjuangan masyarakat Desa kami Purwasaba,” tegas Isworo.
Isworo juga menyentil pendukung Kades Hoho di media sosial yang menurutnya tertipu oleh konten dibandingkan fakta yang terjadi di Desanya.
“Sekalian saya mau berpesan kepada para pengikut Pak Kades Hoho di media sosial, jangan terlalu termakan konten di media sosialnya, jadilah netizen cerdas yang bisa melihat mana kebenaran dan mana kepalsuan, yang paham kan warga Desa kami, seperti apa kepemimpinan Kades sebenarnya, sekali lagi jangan terlalu memuja seseorang hanya lewat konten,” tambah Isworo.
Sementara dilokasi yang sama, saat ditanya tidak hadirnya beberapa tamu undangan dalam sosialisasi tersebut, Camat Mandiraja Akh Khusenudin, S.Pt mengaku tidak ada permasalahan.
“Tidak masalah mereka tidak datang, yang penting undangan sosialisasi jawaban Bupati terkait permalasahan Pilprades Desa Purwasaba sudah kita berikan, datang tidaknya itu hak mereka, Alhamdulillah tadi berjalan lancar tidak ada kendala,” pungkas Camat Khusen. (Gunawan).














