Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Mengusung tema “Sinergi Bersama Mewujudkan Tujuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja, Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Banjarnegara, berlangsung damai dan aman. Acara yang langsungkan di Balai Apung Surya Yudha tersebut juga menjadi momentum penting bagi penguatan hubungan industrial di Kabupaten yang selama ini masuk dalam UMK terkecil di Jawa Tengah tersebut.
Selain Bupati Amalia Desiana, acara yang penuh keakraban tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Slamet , Perwakilan jajaran Forkopimda, serta para pelaku Usaha dan ratusan tenaga kerja dari berbagai perusahaan yang ada di Kabupaten Banjarnegara.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Tenaga Kerja, PMPTSP Kabupaten Banjarnegara, Abdul Suhendi menyampaikan, bahwa pembangunan ketenagakerjaan tidak bisa dilakukan secara parsial, dan dirinya juga mengajak seluruh elemen untuk berkolaborasi demi menciptakan iklim kerja yang kondusif.
“Pembangunan ketenagakerjaan harus dilakukan bersama-sama, kami mendorong pengusaha untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan pekerja, selain itu kami berharap para buruh meningkatkan produktivitas agar kelangsungan usaha tetap berjalan lancar dan memberikan profit bagi daerah,” ujar Suhendi didepan ratusan buruh, Jumat, (1/4/2026).
Sementara ditengah ketidak kepastian Geopolitik global yang saya ini berdampak pada dunia usaha di dunia, Ketua DPK Apindo Banjarnegara Rosyid memberikan catatan mendalam mengenai kondisi ekonomi di tahun 2026.
Dalam catatannya meminta, agar setiap perselisihan diselesaikan melalui dialog tripartit maupun bipartit.
“Sejahtera buruh dan stabilnya perusahaan adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan, jika perusahaan untung, buruh pasti sejahtera,” ungkap Rosyid.
Dalam peringatan tersebut, isu kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi menjadi sorotan, dan menurut Rosyid Apindo akan berkomitmen mendukung peningkatan SDM melalui Balai Latihan Kerja (BLK) agar pekerja lokal siap menghadapi era ekonomi digital dan persaingan dengan teknologi robotik.
“Saya mengimbau kepada para pengusaha untuk sebisa mungkin menghindari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal meski dalam kondisi sulit,” pesan Rosyid.
Apresiasi atas kondusifnya iklim investasi di Banjarnegara yang mampu menekan angka pengangguran ke posisi 5,39 persen pada 2025, juga langsung di ungkapkan Bupati Amalia, dan dirinya mengatakan terkait isu Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang sering menjadi perdebatan, dirinya meminta masyarakat untuk melihat sisi progresivitas.
“Jangan hanya terpaku pada posisi ranking UMK, tapi lihatlah lompatan kenaikan yang telah kita lakukan, selisih kenaikan kita dengan kabupaten tetangga kini sudah semakin tipis, berkisar Rp 8.000 hingga Rp 10.000,” beber Bupati Amalia.
Masih kata Bupati,”Buruh menjalankan kewajiban dengan semangat, dan pengusaha memastikan hak-hak pekerja terpenuhi, Pemerintah akan selalu hadir mendampingi agar hubungan ini tetap harmonis,” tambahnya.
Saat ini, dalam data ada sekitar 24 perusahaan besar di bawah naungan Apindo dengan total hampir 5.000 buruh telah terintegrasi dalam sistem pembinaan yang intensif.
Sebelum para peserta Peringatan Hari Buruh membubarkan diri, dalam kesempatan tersebut juga di lakukan penyerahan apresiasi dan penguatan program perlindungan sosial, Pemerintah Daerah bersama Apindo dan BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen memastikan seluruh pekerja di Banjarnegara terlindungi melalui jaminan kecelakaan kerja, kematian, hingga hari tua. (Gunawan).














