Organisasi

Manifestasi Spiritual dan Sinergi Hebat Fatayat NU Jombang Kota dalam Diba’ Rutin Akbar di Jombatan

1007
×

Manifestasi Spiritual dan Sinergi Hebat Fatayat NU Jombang Kota dalam Diba’ Rutin Akbar di Jombatan

Sebarkan artikel ini
Lurah Jombatan Evodie Demas Sugandy, S.STP., M.A.P Bersama Bapak NU Anwar , Ibu Muslimat Nurul Susilowati , Seluruh Ketua Pimpinan Ranting Jombang Kota , Mahasiswi dan Panitia Diba'Kubro

Jombang, LESANUSANTARA.CO.ID – Suasana khidmat, sejuk, dan penuh berkah menyelimuti Masjid Al Ikhlas Geneng Gg Kavling, Kelurahan Jombatan, Kecamatan Jombang. Ratusan pasang mata menjadi saksi atas megahnya gelaran Diba’ Rutin yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jombang Kota. Acara yang mempertemukan ratusan kader perempuan muassis NU ini tidak hanya sekadar ritual spiritual bulanan, melainkan momentum emas memperkuat tali silaturahmi, meneguhkan ideologi, sekaligus membangun sinergi lintas sektoral antara ulama, umara (pemerintah), dan organisasi kemasyarakatan.
Gema lantunan salawat nabi yang dibawakan dengan penuh penghayatan meruntuhkan sekat-sekat keduniawian, membawa seluruh jemaah yang hadir larut dalam mahabbah (cinta) kepada Rasulullah SAW.
Harmoni Kebangsaan dan Ketukan Rebana yang Memukau
Acara diawali dengan prosesi pembukaan yang sangat menyentuh rasa nasionalisme dan religiositas. Tim paduan suara dengan seragam hijau khas Fatayat memimpin seluruh hadirin untuk berdiri tegak, menyanyikan tiga lagu sakral secara berurutan: Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Mars Fatayat, dan Mars Syubbanul Wathon (Yaa Lal Wathan). Kombinasi ketiga lagu ini menggetarkan ruangan masjid, menegaskan komitmen Fatayat NU yang selalu berdiri di garda terdepan dalam menjaga NKRI dan mengibarkan panji-panji Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.
Suasana semakin meriah namun tetap islami berkat penampilan memukau dari Grup Rebana PAC Jombang Kota, Yasmin As Salwa. Tabuhan rebana yang dinamis dipadukan dengan vokal yang jernih dan syahdu berhasil menghibur sekaligus menghidupkan syiar selawat di sepanjang acara.
Mimbar Pemimpin: Untaian Pesan, Motivasi, dan Komitmen Sinergi
Sesi sambutan menjadi salah satu bagian paling dinamis dalam acara ini. Setiap tokoh memberikan pandangan mendalam mengenai peran perempuan, pentingnya organisasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pimpinan Ranting Fatayat NU Jombatan: Sahabat Sutarmi, S.Pd.I
Sebagai tuan rumah, Sahabat Sutarmi membuka sesi sambutan dengan penuh rasa syukur dan haru. Beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang membantu menyukseskan acara ini.
“Kehadiran sahabat-sahabat semua di Masjid Al Ikhlas ini adalah bukti bahwa semangat berkhidmat di Fatayat NU tidak pernah padam. Kami di tingkat Ranting Jombatan akan terus berkomitmen menjadi ujung tombak gerakan Fatayat, menghidupkan majelis ilmu, dan memastikan bahwa nilai-nilai NU mengakar kuat di tingkat keluarga dan lingkungan terkecil kita,” tegas Sutarmi memotivasi anggotanya.
Kelurahan Jombatan: Bapak Evodie Demas Sugandy, S.STP., M.A.P
Apresiasi luar biasa datang dari pihak pemerintah. Lurah Jombatan, Bapak Evodie Demas Sugandy, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kelurahan dan Fatayat NU dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan organisasi hebat seperti Fatayat NU. Kami melihat Fatayat bukan hanya gerakan keagamaan, tapi motor penggerak kesejahteraan keluarga. Lewat program-programnya, Fatayat telah membantu kami dalam membangun mental, moral, dan ekonomi masyarakat di Kelurahan Jombatan. Pintu kelurahan selalu terbuka lebar untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam setiap program kemaslahatan umat,” ujar Lurah Evodie disambut tepuk tangan riuh hadirin.
Perwakilan PAC Fatayat NU Jombang Kota: Ning Iluk
Melanjutkan estafet sambutan, Ning Iluk selaku nakhoda PAC Fatayat NU Jombang Kota membakar semangat para kader dengan orasi organisasi yang taktis dan visioner. Beliau mengingatkan bahwa Fatayat harus adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas santrinya.
“Fatayat NU Jombang Kota harus menjadi perempuan yang berdaya, mandiri, dan cerdas. Kegiatan Diba’ Rutin ini adalah cas spiritual kita. Setelah batin kita diisi dengan selawat, maka fisik dan pikiran kita harus bergerak memberikan kemanfaatan nyata di masyarakat. Jangan pernah lelah berkhidmat, karena di setiap peluh yang kita teteskan untuk NU, di sanalah berkah muassis NU mengalir untuk keluarga kita,” tutur Ning Iluk dengan penuh penekanan. Kehadiran Tokoh Pengayom PAC: Hj. Muhimmah Falasifah, S.Pd.I
Kemegahan acara ini semakin lengkap dengan kehadiran tokoh senior sekaligus pengayom dari jajaran PAC Fatayat NU Jombang Kota, Hj. Muhimmah Falasifah, S.Pd.I. Kehadiran beliau memberikan suntikan moral tersendiri bagi kader-kader muda Fatayat. Dalam sela-sela acara, beliau terus memberikan wejangan agar pengurus Fatayat di semua tingkatan, mulai dari PAC hingga Ranting, menjaga soliditas, merawat kebersamaan, dan selalu mengedepankan akhlakul karimah dalam berorganisasi.
Mauidloh Hasanah KH Moh Khoiril Anam, S.HI: Menjaga Hati dan Menguatkan Khidmat
Puncak acara yang dinanti-nantikan adalah siraman rohani (Mauidloh Hasanah) yang disampaikan oleh ulama kharismatik, KH Moh Khoiril Anam, S.HI. Beliau mengupas tuntas tentang keutamaan membaca selawat dan bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat.
Kiai Khoiril Anam menyampaikan bahwa membaca Kitab Maulid Diba’ bukan sekadar membaca sejarah, melainkan sarana menghadirkan ruh perjuangan Rasulullah SAW ke dalam diri kita.
“Perempuan adalah tiang negara. Jika Fatayat NU-nya baik, gemar berselawat, dan mendidik anak-anaknya dengan cara Islami, maka masa depan Jombang dan masa depan Indonesia akan aman. Menjadi pengurus Fatayat itu adalah jalan tol menuju rida Allah, asalkan dijalani dengan ikhlas, sabar, dan tidak mencari keuntungan pribadi,” pesan mendalam dari KH Khoiril Anam.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan bertetangga dan mendukung program-program kebaikan yang dicanangkan oleh pemerintah setempat sebagai wujud dari Hablun minannas (hubungan baik sesama manusia).
Doa Penutup: Puncak Ketukan Langit oleh Bapak NU Anwar
Setelah rangkaian acara yang panjang dan penuh dinamika spiritual, tibalah di penghujung acara. Suasana yang tadinya penuh semangat seketika berubah menjadi sangat hening dan syahdu saat tokoh sesepuh NU setempat, Bapak NU Anwar, maju ke depan mimbar untuk memimpin doa penutup.
Dengan suara yang bergetar penuh kekhusyukan, Bapak Anwar mengetuk pintu langit, memohonkan ampunan, keberkahan, keselamatan, serta kemakmuran bagi seluruh kader Fatayat, warga Kelurahan Jombatan, dan bangsa Indonesia pada umumnya. Isak tangis haru beberapa jemaah pecah di tengah-tengah amin yang bersahut-sahutan, menandai berakhirnya majelis yang mulia tersebut dengan penuh rida Allah SWT.
Acara Diba’ Rutin PAC Fatayat NU Jombang Kota ini sukses besar dan membekas di hati masyarakat Geneng dan seluruh Kelurahan Jombatan, menyisakan energi positif yang siap dibawa pulang oleh setiap kader untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA :
Fatayat NU Ranting Jombatan Laksanakan Anjangsana Hari Raya Idul Fitri 1447 H