Berita

Warga Sirandorung Minta Otopsi Dilakukan untuk Ungkap Penyebab Kematian BS

1585
×

Warga Sirandorung Minta Otopsi Dilakukan untuk Ungkap Penyebab Kematian BS

Sebarkan artikel ini
Penemuan jasad pria berinisial BS di Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, masih menyisakan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat dan keluarga korban.

Tapanuli Tengah, LENSANUSANTARA.CO.ID – Penemuan jasad pria berinisial BS di Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, masih menyisakan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat dan keluarga korban.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang. Peristiwa tersebut sempat menggegerkan warga setempat dan menjadi perhatian masyarakat di Kecamatan Sirandorung.

Example 300x600

Beberapa hari setelah penemuan jasad korban, sejumlah warga dan keluarga mengaku masih merasa heran atas penyebab kematian BS. Mereka berharap penyebab kematian korban dapat diungkap secara jelas sehingga tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

BACA JUGA :
Diduga Proyek Fiktif di Desa Tumba Tapanuli Tengah Menuai Sorotan, Telan Anggaran Rp.316 Juta

Pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, sejumlah warga Sirandorung, salah satunya bermarga Simamora, menyampaikan keterangan kepada beberapa awak media di Desa Sampang Maruhur terkait peristiwa tersebut.
Dalam keterangannya, Simamora meminta pihak Polsek Manduamas, Polres Tapanuli Tengah, serta tim forensik untuk melakukan otopsi terhadap jenazah BS guna memastikan penyebab kematiannya secara objektif dan berdasarkan hasil pemeriksaan ilmiah.

Menurut warga, pelaksanaan otopsi dinilai penting untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus memberikan kepastian kepada keluarga korban mengenai penyebab kematian BS.

Sejumlah warga juga menyampaikan adanya berbagai informasi dan dugaan yang beredar terkait peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia. Namun, informasi tersebut masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan resmi oleh aparat yang berwenang.

BACA JUGA :
Dugaan Tipikor Dana BOS SDN 158286 Bajamas 3 Tapanuli Tengah Menguat, Media Dihadang Oknum Guru Saat Konfirmasi

Sebagai upaya menjaga keberimbangan informasi, awak media telah melakukan verifikasi kepada pihak Polsek Manduamas pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 11.50 WIB di Kantor Polsek Manduamas. Dalam keterangannya, pihak kepolisian menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari salah seorang saksi, terdapat kondisi yang sempat dilihat saksi di lokasi kejadian. Namun demikian, keterangan tersebut masih menjadi bagian dari proses penyelidikan dan belum dapat dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan mengenai penyebab kematian korban.

Pihak Polsek Manduamas menegaskan bahwa hingga saat ini mereka belum dapat memastikan secara pasti penyebab maupun rangkaian kejadian yang mengakibatkan meninggalnya BS.

BACA JUGA :
Diduga Langgar Aturan Kehutanan, Operasional PT Multi Sibolga Timber Didesak segera Diaudit

Kepolisian menyatakan seluruh informasi yang diperoleh masih dalam proses pendalaman dan verifikasi lebih lanjut. Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa apa pun yang terjadi, permasalahan tersebut tetap akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, proses pengumpulan informasi dan pendalaman keterangan masih terus berlangsung. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya secara profesional, transparan, dan objektif sehingga penyebab kematian BS dapat diketahui dengan jelas serta memberikan kepastian bagi keluarga korban dan masyarakat luas.

(MrL)