Berita

PTBA Survei Pasar Kuliner Silo, Fokus Atasi Banjir dan Penataan Kawasan UMKM

1586
×

PTBA Survei Pasar Kuliner Silo, Fokus Atasi Banjir dan Penataan Kawasan UMKM

Sebarkan artikel ini
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menurunkan tim gabungan dari bidang Corporate Social Responsibility (CSR) dan teknik sipil untuk melakukan survei lapangan di kawasan Pasar Kuliner Silo, Rabu (3/6/2026).

Sawahlunto, LENSANUSANTARA.CO.ID – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menurunkan tim gabungan dari bidang Corporate Social Responsibility (CSR) dan teknik sipil untuk melakukan survei lapangan di kawasan Pasar Kuliner Silo, Rabu (3/6/2026).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas proposal penataan kawasan yang diajukan Pemerintah Kota Sawahlunto guna meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung di pusat aktivitas puluhan pelaku UMKM tersebut.

Example 300x600

General Manager PTBA Unit Pertambangan Ombilin (UPO) Sawahlunto, Yulfaizon, mengatakan tim yang datang dari Tanjung Enim bertugas meninjau langsung kondisi lapangan sekaligus mengakomodasi usulan pemerintah daerah terkait pembenahan dan penataan kawasan.

“Konsep awal adalah pembenahan dan penanganan masalah yang terjadi selama ini yaitu genangan air saat hujan yang mengakibatkan banjir dan pelataran tergenang oleh air,” kata Yulfaizon.

Menurutnya, salah satu fokus utama yang akan dikaji ialah sistem drainase di sekitar kawasan Pasar Silo yang selama ini menjadi sumber limpasan air masuk ke area pasar ketika hujan deras turun.

“Kita akan cek kembali drainase yang ada di sekeliling areal seperti dari Bengkel Utama dan dari arah Kebun Jati, mitigasi dari awal sehingga tidak terjadi lagi kondisi banjir atau genangan air saat hujan seperti yang terjadi selama ini,” ujarnya.

BACA JUGA :
Tim Safari Ramadan Kota Sawahlunto Kunjungi Mushalla Nurul Iman Silungkang Oso, Serahkan Bantuan dan Sosialisasikan Mitigasi Bencana

Ia menegaskan komitmen PTBA dalam mendukung penataan kawasan tersebut sejalan dengan harapan yang disampaikan Direktur Utama PTBA saat berkunjung ke Sawahlunto beberapa waktu lalu.

“Intinya kami dari manajemen sesuai dengan kunjungan Pak Dirut tempo hari bahwa para pedagang yang ada di sini, begitu pun pengunjung, merasa nyaman sehingga apa yang sama-sama kita canangkan yaitu Silo sebagai pusat kuliner yang representatif di Kota Sawahlunto dapat terwujud,” ucapnya.

Meski demikian, Yulfaizon menjelaskan pelaksanaan pembenahan dan penataan kawasan membutuhkan sejumlah tahapan, termasuk terkait keberadaan aset pemerintah daerah yang telah ada di lokasi.

“Untuk pelaksanaan pembenahan hingga penataan butuh proses dan tahapan yang dilalui. Keberadaan aset-aset Pemko yang sudah ada di sini tentu butuh kesepakatan bersama,” katanya.

PTBA juga berharap adanya dukungan dari para pedagang apabila nantinya proses pembangunan mengharuskan relokasi sementara selama pekerjaan berlangsung.

“Kepada pedagang juga kami berharap kerja samanya karena dalam proses penataan nantinya tentu akan ada yang direlokasi sementara selama kegiatan pembangunan ini berjalan,” ujarnya.

BACA JUGA :
Damkar Sawahlunto Siap Berlaga di NFSC 2026, Wali Kota Beri Dukungan Penuh

Terkait usulan penataan yang diajukan pemerintah daerah, PTBA mengakui kebutuhan anggaran yang diperlukan cukup besar sehingga perlu dilakukan kajian lanjutan.

“Terkait permintaan dari Pemko untuk penataan ini yang biayanya cukup besar, PTBA akan menerapkan skala prioritas terlebih dahulu, namun syukur-syukur pihak manajemen bersedia mengakomodir secara keseluruhan,” papar Yulfaizon.

Sementara itu, mewakili Wali Kota Sawahlunto, Asisten Ekonomi dan Pembangunan yang juga menjabat Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kota Sawahlunto, Afridarman, menyampaikan apresiasi atas respons cepat PTBA terhadap usulan pemerintah daerah.

Menurutnya, usai pertemuan Wali Kota Sawahlunto bersama pedagang Pasar Silo pekan lalu, pemerintah daerah langsung menggelar rapat lintas perangkat daerah guna membahas langkah penanganan kawasan tersebut.

Salah satu hasil rapat adalah membuka sejumlah opsi sementara bagi pedagang serta menginstruksikan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan untuk menyampaikan surat kepada PTBA terkait percepatan pembenahan dan penataan kawasan.

“Alhamdulillah, dan luar biasa tanpa diagendakan Pak GM berikut tim dari PTBA sudah hadir langsung di sini. Terima kasih,” kata Afridarman.

BACA JUGA :
Syofian Hendri Jemput Aspirasi Warga dalam Reses di Silungkang Oso

“Mewakili Pak Wali dan juga harapan dari para pedagang, kami berharap proses pembenahan dan penataan kawasan Silo ini bisa terlaksana sesegera mungkin,” lanjutnya.

Afridarman menegaskan Pemerintah Kota Sawahlunto memiliki perhatian besar terhadap kondisi para pedagang yang saat ini beraktivitas di kawasan Pasar Silo.

“Secara pemerintahan Pemko sangat peduli kepada para pedagang yang beraktivitas di sini. Bahkan kadang tengah malam pun Pak Wali menelepon menanyakan kondisi para pedagang serta progres penataan yang telah diajukan ke PTBA,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Sawahlunto siap mendukung seluruh tahapan pembenahan dan penataan kawasan baik melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan maupun secara teknis melalui Dinas PUPR.

“Pemerintah daerah, khususnya Diskoperindag, siap membackup seluruh tahapan dalam proses pembenahan serta penataan kawasan dan secara teknis Dinas PUPR siap berkoordinasi terkait pelaksanaannya,” tegasnya.

Survei lapangan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sawahlunto Tatang Sumarna, Kepala Dinas PMPTSP Naker Dwi Darmawati, Kabid Aset Desismon, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Aidil ST, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.(Suherman)