Sawahlunto, LENSANUSANTARA.CO.ID — Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, membuka kegiatan sosialisasi dan edukasi penyakit stroke serta layanan unggulan RS Otak M. Hatta Bukittinggi yang digelar di Balai Kota Sawahlunto, Kamis (11/6). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, dan lurah se-Kota Sawahlunto.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Sawahlunto dalam memperluas akses informasi kesehatan bagi masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah mempertemukan para pemangku kepentingan dengan institusi layanan kesehatan yang memiliki kompetensi khusus dalam penanganan penyakit stroke.
Dalam sambutannya, Wali Kota Riyanda Putra menegaskan bahwa stroke merupakan salah satu penyakit yang memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, upaya penanganan stroke tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ketika penyakit terjadi, tetapi juga harus didukung langkah pencegahan melalui edukasi, peningkatan kesadaran, dan penyebarluasan informasi kesehatan secara berkelanjutan.
“Pencegahan menjadi langkah penting dalam menekan angka kejadian stroke. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong kegiatan edukasi kesehatan agar masyarakat memahami faktor risiko, gejala awal, serta pentingnya pola hidup sehat,” ujarnya.
Wali Kota juga menyampaikan bahwa kehadiran RS Otak M. Hatta Bukittinggi dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi yang difasilitasi Pemerintah Kota Sawahlunto guna memberikan referensi dan pemahaman yang lebih luas mengenai pencegahan, deteksi dini, penanganan, hingga akses terhadap layanan kesehatan yang tersedia bagi masyarakat.
Melalui sosialisasi tersebut, peserta memperoleh berbagai informasi terkait penyakit stroke, mulai dari faktor penyebab, tanda-tanda awal yang perlu diwaspadai, hingga perkembangan layanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan untuk penanganan pasien secara cepat dan tepat.
Pemerintah Kota Sawahlunto menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program edukasi dan promosi kesehatan dengan menggandeng rumah sakit, institusi kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan penyakit, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta memastikan masyarakat memperoleh informasi kesehatan yang akurat dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah dan institusi kesehatan, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stroke semakin meningkat sehingga angka kejadian penyakit tersebut dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat semakin baik.(Suherman)














