Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Ribuan masyarakat memadati Alun-Alun Jember dalam kegiatan Jalan Sehat dan Sosialisasi Gerakan Nasional Migran Aman, Minggu (14/6/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah itu menjadi momentum penguatan literasi migrasi aman sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Jember menuju pasar kerja internasional.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait), Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, Direktur Jenderal Pemberdayaan Kementerian P2MI Muh. Fachri, serta Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo.
Selain jalan sehat, panitia juga membagikan berbagai hadiah menarik kepada peserta, dengan hadiah utama berupa satu paket umrah.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa pekerja migran Indonesia merupakan pahlawan devisa yang harus dipersiapkan secara matang sekaligus mendapatkan perlindungan maksimal dari negara.
Menurutnya, Pemkab Jember tengah mendorong pelatihan masif bagi calon pekerja migran agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar global serta mampu meminimalkan risiko kerja di luar negeri.
“Kami ingin memastikan setiap putra-putri Jember berangkat dengan bekal terbaik. Dengan kompetensi yang mumpuni, risiko kerja bisa kita tekan sekecil mungkin. Ini adalah bagian dari ikhtiar kami dalam memuliakan pahlawan devisa sekaligus memutus rantai kemiskinan di Jember,” ujar Gus Fawait.
Ia menambahkan, sektor pekerja migran berpotensi menjadi salah satu penggerak utama pengentasan kemiskinan ekstrem di Jember melalui peningkatan kualitas SDM dan penempatan kerja yang legal.
Sementara itu, Wakil Menteri P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla mengungkapkan bahwa pemerintah pusat tengah memperkuat peningkatan kompetensi pekerja migran melalui program SMK Go Global, yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan kabar bahwa sebanyak 40 ribu calon pekerja migran akan memperoleh beasiswa program up-skilling dari pemerintah untuk meningkatkan kompetensi sebelum ditempatkan di negara tujuan.
“Harapannya, 100 persen peserta program ini dapat ditempatkan di negara tujuan sesuai kompetensinya masing-masing,” kata Dzulfikar.
Selain peningkatan kualitas, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada aspek perlindungan pekerja migran, mulai dari tahap persiapan, pemberangkatan, masa bekerja di luar negeri, hingga kembali ke tanah air.
Menurut Dzulfikar, pekerja migran memiliki kontribusi besar bagi perekonomian nasional. Dalam lima tahun terakhir, remitansi pekerja migran Indonesia rata-rata mencapai sekitar Rp200 triliun per tahun yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Ia juga mengingatkan calon pekerja migran untuk mempersiapkan lima aspek penting sebelum berangkat ke luar negeri, yakni siap fisik, siap mental, siap kompetensi, siap dokumen, dan siap visi.
Selain itu, penguasaan bahasa asing juga menjadi kunci keberhasilan bekerja di luar negeri. Pemerintah pun terus mendorong pengembangan desa migran sebagai pusat informasi dan layanan awal bagi masyarakat yang ingin bekerja secara legal di luar negeri.
Dzulfikar berharap kegiatan Gerakan Nasional Migran Aman tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi mampu meningkatkan penempatan pekerja migran legal dari Kabupaten Jember dalam setahun ke depan.
“Kesuksesan jalan sehat hari ini harus diikuti dengan peningkatan penempatan legal pekerja migran di Kabupaten Jember. Semoga bisa meningkat hingga seratus persen,” pungkasnya.














