Semarang, LENSANUSANTARA.CO.ID– Kawasan Simpang Lima bukan sekadar pusat keramaian, tetapi telah lama menjadi ikon Kota Semarang yang merepresentasikan wajah ibu kota Jawa Tengah. Ribuan warga memadati kawasan ini setiap hari untuk berolahraga, berwisata, hingga menjalankan aktivitas ekonomi. Karena itu, menjaga kawasan tersebut tetap nyaman, aman, dan bebas genangan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Semarang.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, berbagai langkah preventif terus dilakukan menghadapi potensi hujan dengan intensitas tinggi. Salah satunya melalui pembersihan drainase secara intensif yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang.
Pekerjaan difokuskan pada saluran drainase di sekitar Simpang Lima dengan mengangkat endapan sedimen serta membersihkan sampah yang menghambat aliran air.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, pemeliharaan saluran dilakukan agar fungsi drainase tetap optimal sehingga air hujan dapat mengalir lancar dan mengurangi risiko genangan.
“Pembersihan sedimen saluran di seputar Simpang Lima terus dilakukan oleh kawan-kawan Dinas Pekerjaan Umum agar air bisa lancar mengalir,” ujar Agustina.
Petugas menemukan berbagai material yang menghambat aliran air, mulai dari endapan tanah hingga sampah plastik berukuran kecil seperti gelas plastik dan bungkus kemasan yang terbawa aliran air ke dalam saluran.
Selain pengerukan sedimen, DPU Kota Semarang juga melakukan pemeliharaan terhadap grill atau penutup saluran drainase yang berfungsi menyaring sampah sebelum masuk ke gorong-gorong.
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan bahwa setiap pintu masuk drainase sebenarnya telah dilengkapi grill penyaring. Namun, sampah berukuran kecil masih kerap lolos bersama aliran air dan akhirnya mengendap di dasar saluran.
“Grill di setiap pintu masuk gorong-gorong yang tertutup sudah ada. Namun memang masih ada sampah-sampah kecil yang lolos,” jelas Suwarto.
Menurutnya, pembersihan sedimen maupun pemeliharaan grill akan dilakukan secara rutin agar kapasitas saluran tetap maksimal, terutama menjelang musim penghujan.
Simpang Lima, Ikon Kota yang Terus Dijaga
Simpang Lima memiliki sejarah panjang sebagai pusat perkembangan Kota Semarang. Kawasan yang berada di jantung kota ini dikenal sebagai ruang publik terbesar sekaligus pusat aktivitas masyarakat.
Selain menjadi lokasi berbagai kegiatan olahraga, hiburan, dan festival budaya, kawasan tersebut juga menjadi penggerak ekonomi karena dikelilingi pusat perbelanjaan, hotel, kawasan kuliner, hingga perkantoran.
Tingginya aktivitas masyarakat membuat sistem drainase di kawasan tersebut harus selalu dalam kondisi baik. Sedikit saja terjadi penyumbatan akibat sedimen atau sampah, potensi genangan dapat meningkat ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Karena itu, pemeliharaan drainase menjadi bagian penting dari strategi Pemerintah Kota Semarang dalam menjaga kualitas infrastruktur perkotaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Semarang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur baru, tetapi juga memperkuat budaya pemeliharaan aset yang telah ada.
Pemeliharaan drainase secara berkala dinilai lebih efektif untuk menjaga fungsi saluran sekaligus memperpanjang usia infrastruktur pengendali banjir.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan ruang publik yang aman, nyaman, bersih, dan mendukung aktivitas masyarakat sepanjang tahun.
Pemerintah Kota Semarang juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar sistem drainase dapat bekerja secara optimal.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, kawasan Simpang Lima diharapkan tetap menjadi ruang publik yang nyaman, sekaligus mampu menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. (Ryo)














