Kesehatan

RSUD Pandega Pangandaran, Sosialisasi Momentum Pekan Asi Sedunia.

1709
×

RSUD Pandega Pangandaran, Sosialisasi Momentum Pekan Asi Sedunia.

Sebarkan artikel ini

PANGANDARAN, LENSANUSANTARA.CO.ID – RSUD Pandega Pangandaran, Sosialisasi Momentum Pekan Asi Sedunia. Air Susu Ibu (ASI) adalah investasi terbaik untuk masa depan anak. Selain memenuhi kebutuhan gizi, ASI membantu memperkuat daya tahan tubuh, mendukung tumbuh kembang optimal, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi ibu, bayi, keluarga, hingga lingkungan.( Minggu,02/08/2026)

Pekan ASI Sedunia menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung ibu menyusui. Dukungan dari keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja, dan masyarakat sangat penting agar setiap bayi mendapatkan haknya untuk memperoleh ASI secara optimal.

Example 300x600

Mari bersama wujudkan generasi yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas dengan mendukung pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, dilanjutkan dengan MPASI bergizi seimbang serta ASI hingga usia 2 tahun atau lebih.

Pekan ASI Sedunia (World Breastfeeding Week) adalah kampanye global tahunan yang diperingati setiap tanggal 1–7 Agustus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dan membangun sistem pendukung bagi ibu menyusui. Peringatan ini diinisiasi oleh World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) sejak tahun 1992 dan kini dirayakan lebih dari 170 negara.

Berikut adalah arti, tujuan, dan fokus penting dari Pekan ASI Sedunia:
Tujuan Utama Sosialisasi
• Meningkatkan Kesadaran: Mengedukasi masyarakat mengenai manfaat luar biasa ASI bagi kekebalan tubuh, nutrisi optimal bayi, serta kesehatan jangka panjang ibu.
• Mendorong Kebijakan Pendukung: Mendesak pemerintah dan perusahaan untuk menyediakan fasilitas ruang laktasi serta hak cuti melahirkan yang memadai bagi ibu bekerja.
• Menghapus Stigma: Menormalisasi aktivitas menyusui di ruang publik agar para ibu merasa aman dan nyaman

Mengapa Dukungan Bersama itu Penting?
Keberhasilan menyusui tidak hanya menjadi tanggung jawab seorang ibu. Diperlukan peran aktif dari lingkungan sekitar:
• Suami dan Keluarga: Memberikan dukungan emosional dan fisik (seperti pijat oksitosin) untuk melancarkan produksi ASI.
• Tempat Kerja: Menyediakan waktu dan tempat yang layak bagi ibu pekerja untuk memerah ASI.
• Tenaga Kesehatan: Memberikan edukasi dan bimbingan laktasi yang tepat sejak masa kehamilan.

Rekomendasi global dari WHO dan UNICEF menyarankan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi, yang kemudian dilanjutkan hingga usia 2 tahun atau lebih didampingi oleh Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, Salam Sehat dan Bahagia. (N.Nurhadi)