Sumenep, https://lensanusantara.co.id – Harga BBM Jenis Premium tembus Rp. 13.000 (tiga belas Ribu) per liter di Kecamatan Gayam, Sumenep, Jawa timur.
Ahmad Muksin, Warga Pancor menyebutkan, tingginya harga BBM Jenis Premium tidak jelas alasannya, transportasi laut tidak ada kendala, terbantah oleh kenyataannya dengan adanya BBM Jenis Pertalite dan Pertamax yang banyak beredar dimasyarakat.
“harga bensin premium sekarang Rp. 13.000, Kepulauan Raas tetap Rp. 10.000, ini bisa berimbas pada harga-harga yang lain, apa sebenarnya kendalanya sampai hari ini saya tidak tahu pasti alasannya, transportasi laut kalau jadi kendala, kenapa pertalite dan pertamax itu ada.”
Melambungnya harga BBM jenis premium, menyebabkan masyarakat terpaksa membelinya, karena jenis BBM Premium adalah BBM yang banyak diminati oleh masyarakat “dari pada jalan, yaa terpaksa berapapun saya membelinya, karena sepeda motor saya kalau pake pertalite atau pertamax, sering tersendat-sendat” salah satu warga yang kebetulan membeli bensin di salah satu kios bensin di desa pancor.
Numa Dani Mengharap adanya tindakan dari pemerintah segera turun tangan atas persoalan ini. Sebab ditambah persoalan pandemi covid – 19.
“kita serba kesulitan sekarang, banyak warga pendapatannya berkurang akibat virus corona, kebutuhan pokok terus mahal, ditambah bensin harganya mahal, jadi pusing ini kepala, kami sangat mengharapkan adanya tindakan dari pemerintah yang sebenarnya apa yang terjadi kenapa kok bensin di Kecamatan Gayam mahal, karena tidak ada berita harga bensin yang kuning ini naik.”
Lensa Nusantara melanjutkan keluhan warga tentang mahalnya bensin ke Camat Gayam, tanggapan Camat gayam cukup responsif terhadap persoalan ini, dengan merencanakan akan diadakannya monitoring agar tidak terjadi pemanfaatan-pemanfaatan yang sifatnya merugikan masyarakat banyak.
“sebenarnya ini harus ada kontrol dari dinas perekonomian, nanti kita koordinasi dengan dinas perekonomian bagaimana pendistribusian BBM itu kebawah, dikecamatan nanti kita kontrol semua harga-harga termasuk yang disini agen-agen dan juga kios-kios itu, ngambilnya dari mana, berapa harganya, jadi artinya harus ada penstabilan harga, walaupun pengiriman BBM di kepulauan itu agak terlambat, saya nanti koordinasi dengan forpimka, kapolsek, danramil segala macem untuk penstabilan harga di kepualauan,karena takutnya nanti di manfaatkan, tatkala ada kekurangan bahan bakar, karena terus terang saja, mungkin masalahnya, masalah pendistribusian yaa dari pada bahan bakar, karena memang terkait faktor geografis karena memang ombak, keterlambatan pengiriman yaa.”
Penstabilan harga BBM di kepulauan khusunya di kecamatan Gayam, tindakan pemerintah tingkat kecamatan akan melakukan pantauan langsung kebawah bersama-bersama forpimka.
“ooooo masalah harga, karena pertalite tidak disukai masyarakat yaa, yang disukai adalah premium, itulah makanya jangan sampai ada hal-hal yang tidak kita inginkan menaikkan harga primium, karena premium lebih berharga dari pada pertalite kalau disini, makanya kelangkaan seperti itu takut dimanfaatkan oleh agen-agen yang ada di gayam, nanti ada semacam turunlah kebawah untuk ngontroling masalah harga-harga, termasuk semua yaaa” (Ags).






