Kampar, lensanusantara.co.id – Progam pengerjaan saluran irigasi tani percepatan tata guna air (P3-TGAI) di desa ganting damai kecamatan Salo kabupaten Kampar.
Dengan pelaksanaan P3A Sei manggis Sumber dana anggaran pendapatan belanja negara ( APBN 2020 ) dengan jumlah Angaran Rp 195.000000 di duga di kerjakan asal jadi. 10/10/2020
Saluran irigasi tersier seharusnya di kerjakan dengan panjang 540.meter dengan ukuran standar 40×50 cm. setelah di tinjau tim awak media hanya di temukan dengan ukuran 40×40 . panjang pun lebih kurang 300 meter
Juga pantauan awak media Jumat pagi 8/19/2020 di lokasi . menemukan kejanggalan di tempat pengerjaan saluran irigasi tersier tersebut. menggunakan besi dengan ukuran 10 bencong dan 8 bencong. seharusnya mengunakan ukuran besi 10 net dan 8 net
Hasil saluran irigasi tersier tersebut seperti ular melingkar tidak lurus sambungan pun banyak terputus juga banyak retak retak.
Warga setempat yang tidak mau namanya di publikasikan menyampaikan kepada awak media mengatakan, pengerjaan saluran irigasi tersier tersebut tidak ada melibatkan masyarakat Desa Ganting Damai setempat, dalam tahap pekerjaannya.
“Saya selaku masyarakat desa ganting damai merasa sangat kesal atas pengerjaan saluran irigasi drainase tersebut, pemerintah telah mengeluarkan uang sebesar Rp195.000.000. untuk membangun saluran irigasi ( P3-TGAI ) tetapi pelaksana pengerjaan nya kenapa asal jadi, bahkan tidak melibatkan masyarakat sekitar”. Ujarnya.
“Prediksi saya hanya paling banyak menghabiskan dana lebih kurang Rp 85 juta”. Tambahnya
Sementara rahmat Ketua pemuda Dusun Suka Maju Desa Ganting Damai sewaktu awak media konfirmasi melalui pesan whastapp menjelaskan terkait masalah pengerjaan saluran irigasi tersebut.
“Saya ngak bisa ikut campur, masalah nya itu bukan proyek Desa”. Jelasnya.
Kepala Desa (kades) Ganting Damai Ali Abri ketika awak media mengkonfirmasi melalui via telepon seluler, Ali Abri tidak ada respon dari Kades hingga sampai berita ini ditayangkan.(Tim)








