Berita

Dampak Covid-19, Anggaran Pilkades Serentak di Kabupaten Bogor Membengkak

49
×

Dampak Covid-19, Anggaran Pilkades Serentak di Kabupaten Bogor Membengkak

Sebarkan artikel ini

Bogor, LENSANUSANTARA.CO.ID – Demi kepastian terlaksananya protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, Pemkab Bogor menyiapkan anggaran tambahan sebesar Rp7 miliar yang diambil dari pagu biaya tak terduga (BTT).

Example 300x600

“Anggaran Pilkades di 88 desa awalnya Rp15 miliar yang disiapkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Tapi, karena ajang Pilkades serentak ini harus dilaksanakan sesuai Prokes Covid-19 maka kami pun menambah anggarannya hingga Rp22 miliar, dimana Rp7 miliar tambahannya diambil dari pagu atau pos BTT,” kata Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan.

Politisi PPP ini menerangkan, membengkaknya anggaran Pilkades karena selain untuk membeli alat-alat Prokes Covid-19 juga karena harus memperbanyak jumlah tempat pemungutan suara (TPS).

“Jumlah TPS sebelumnya ada 700an dan karena maksimal pencoblos di setiap TPS itu banyaknya 500 orang, maka jumlah TPSnya kami tambah hingga total ada 1.600an TPS, untuk masyarakat yang ingin mencoblos maka harus menggunakan masker, karena kalau tidak menggunakan masker maka tidak boleh mencoblos calon kepala desa pilihannnya,” terangnya.

Ade menuturkan biaya penyelenggaraan Pilkades diatas belum meliputi biaya pengamanan dan pengawasan yang dilakukan oleh Tim Monitoring Pilkades Tahun 2020.

“Tim Monitoring Pilkades, polisi dan TNI akan mengawasi dan memastikan ajang Pilkades ini agar berjalan jujur, adil dan sesuai prokes Covid-19. Saat ini kami masih menghitung biaya pengamanan dan pengawasannya,” tutur Ade.

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy menjelaskan di setiap TPS ,jajarannya akan menempatkan 1 orang personil bagi desa yang dinilai kondusif dan 2 orang personil bagi desa yang rawan konflik.

“Polres Bogor akan memetakan desa yang rawan konflik dan kondusif, bagi yang rawan konflik maka kami akan menempatkan 2 orang personil dan bagi desa yang kondusif maka cukup dijaga oleh 1 orang personil kepolisian saja,” jelas Roland.(moel)

Tinggalkan Balasan