BeritaFeatured

Mahasiswa Langkat Bersatu Menyatakan Sikap: Jangan Jadikan Langkat, Kabupaten Anti Kritik

51
×

Mahasiswa Langkat Bersatu Menyatakan Sikap: Jangan Jadikan Langkat, Kabupaten Anti Kritik

Sebarkan artikel ini

Langkat, LENSANUSANTARA.CO.ID
Terkait dengan aksi premanisme dan penganiayaan yang dilakukan OTK terhadap Aktivis Mahasiswa beberapa hari yang lalu,beberapa perwakilan dari perhimpunan Mahasiswa Langkat Bersatu mengelar Konferensi pers, pada, Senin (15/2) sekitar Pukul 13:00 WIB di Jalan Sudirman Stabat.

Example 300x600

Elemen mahasiswa tersebut yakni, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Langkat-Binjai, PC Himpunan Mahasiswa Melayu Indonesia (HIMMI) Langkat, Senat Mahasiswa STAI-Jam’iyah, Kader Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Langkat, dan Forum Mahasiswa Sawit Seberang.

Disampaikan Khairul Ramdhan, gerakan ini adalah gerakan solidaritas kami selaku mahasiswa. Satu mahasiswa terluka semua mahasiswa tersakiti, Rabu (17/2) pukul 16:30 waktu setempat saat konferensi pers di Stabat.

“Negara tidak boleh kalah dengan Premanisme. Negara harus hadir dalam memberantas Premanisme.”

Mahasiswa Langkat Bersatu juga menekankan, “Jangan ada lagi mahasiswa atau bahkan masyarakat di Indonesia khususnya Kabupaten Langkat Sumatera Utara mendapat perlakuan premanisme. Indonesia negara hukum, bukan negara bar bar.”

Selanjutnya pihaknya menyampaikan petisi pernyataan sikap, yang sebelumnya tepah didiskusikan secara bersama-sama.

Berikut poin-poin pernyataan Sikap Mahasiswa Langkat Bersatu, terkait aksi premanisme terhadap aktivisa mahasiwa Langkat tersebut.

Maka dengan ini kami meyatakan sikap :

  1. Mengutuk dan Mengecam Keras Aksi Premanisme Terhadap Aktivis Mahasiswa diKabupaten Langkat.
  2. Jangan jadikan Kabupaten Langkat, Kabupaten Anti Kritik.
  3. Meminta Ka. Polda Sumatera Utara dan Ka. Polres Langkat untuk segera menangkap pelaku dan
    mengusut tuntas apa motifnya dan siapa aktor intelektualnya.
  4. Meminta Ka. Polres Langkat untuk meningkatkan kondusifitas di Kabupaten Langkat, jangan sampai
    Aksi Premanisme serupa menimpa Aktivis Mahasiswa maupun masyarakat lainnya.
  5. Meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk meng-atensi peristiwa penganiayaan dan Aksi
    Premanisme terhadap mahasiswa diKabupaten Langkat, sebelum hal ini menjadi issue nasional
    ditengah pandemic.
    Demikian penyataan sikap ini kami sampaikan, sebut Khairul Ramadhan, selaku Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Langkat-Binjai. Hal serupa juga diutarakan Muhammad Rizal, selaku Ketua PC Himpunan Mahasiswa Melayu Indonesia Kabupaten Langkat.
    Selanjutnya Riza Ansyari, selaku Ketua Senat Mahasiswa STAI-Jam’iyah Mahmudiyah Tanjung Pura, Sutoyo, selaku Ketua Forum Mahasiswa Sawit Seberang, dan Fajar Al-Hakim, selaku Kader Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia Kabupaten Langkat. ( Agus )

Tinggalkan Balasan