Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pengembangan kemampuan literasi dan numerasi bagi guru dan siswa sedang menjadi perhatian banyak sekolah. Hal itu sesuai hasil rekomendasi dari analisis raport pendidikan tahun 2022.
Jika sekolah menggunakan PBD (Perencanaan Berbasis Data) maka akan didapati rekomendasi tentang pengembangan literasi numerasi sebagai hal yang perlu menjadi fokus pengembangan dan peningkatan.
Kondisi itulah yang menjadi latar belakang bagi UPTD SPF SMPN 1 Pujer Bondowoso mengadakan kegiatan workshop penyusunan perangkat pembelajaran terintegrasi literasi numerasi pada kurikulum merdeka pada Selasa (10/10/2023).
“Berdasarkan pembacaan atas raport pendidikan, aspek literasi numerasi di sekolah kita masih berwarna kuning. Hal itu bermakna butuh terus ditingkatkan sampai bisa hijau, syukur-syukur menjadi biru,” ungkap Rida Syamsiah, S.Pd, M.Pd
Kepala SMPN 1 Pujer tersebut lebih lanjut menyampaikan agar semua guru mengintegtasikan literasi numerasi di mata pelajaran yang diampu. Hal itu akan difasilitasi penyusunan perangkatnya melalui workshop ini.
Hadir sebagai narasumber pada kegiatan workshop adalah Mohammad Hairul, S.Pd, M.Pd yang merupakan Fasnas (fasilitator nasional) pengintegrasian literasi numerasi dalam pembelajaran. Ia juga merupakan instruktur nasional literasi baca-tulis pada Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
“Literasi dan numerasi merupakan kompetensi dasar yang perlu dibekalkan kepada setiap peserta didik. Maka semua elemen sekolah perlu terus bahu membahu untuk bersama-sama memberikan layanan optimalisasi kemampuan literasi numerasi,” papar Hairul.
Materi yang disampaikan diantaranya refreshmen konsep literasi numerasi, penyusunan perangkat terintegrasi literasi numerasi, penyusunan soal berbasis literasi numerasi standart AKM/ANBK, dan Peer Teaching pengintegrasian literasi numerasi.
Diakhir sesi Hairul juga menyampaikan bahwa literasi numerasi selain harus terintegrasi dalam semua mata pelajaran, juga perlu terus dijadikan sebagai budaya literasi sekolah. Serta juga perlu dirancang lingkungan sekolah yang kaya sumber literasi numerasi.**














