Diduga Setelah Mengikuti Pelatihan Haji di Surabaya, Satu Warga Bondowoso Positif Covid-19

  • Bagikan
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah SMSI-MURI-C-1.png

BONDOWOSO – Satu warga Kec. Wringin Bondowoso yang positif Corona (Covid-19), saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koesnadi.

dr. Mohammad Imron selaku Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso, mengatakan bahwa keadaan pasien saat ini baik-baik saja. Bahkan ketika dilakukan rontgen juga hasilnya normal.

“Tadi pagi diperiksa ulang rontgennya dalam batas normal, artinya baik, laboratnya juga baik,” terangnya saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Minggu (5/4/2020).

Menurut keterangan Kadinkes, Pasien sudah merasakan kalau dirinya juga terjangkit Covid-19, Berhubungan teman-temanya dari luar kota sudah banyak yang positif, pada saat pasien mengikuti kegiatan pelatihan haji di Surabaya.

BACA JUGA :  Diduga Ada Kecurangan, Salah Satu Calon Kades Pasarejo Minta Hitung Ulang

“Pasien adalah salah satu peserta pelatihan haji di Surabaya, karena teman-teman pelatihan diketahui sudah ada yang positif. Seperti contohnya di Blitar, Kediri, Lamongan, Gresik dan ini sudah menyebar kemana-mana. Jadi dia sudah terinfeksi ketika ikut pelatihan,”Ungkapnya.

Lebih lanjut, Besok pasien akan kembali di swab ulang untuk mengetahui perkembangan apakah hasilnya tetap positif atau negatif.

“Besok pagi mau diulangi lagi swab ulang. Karena pasien yang sekarang positif adalah hasil pemeriksaan lab pada tanggal 30 Maret dan baru muncul kemarin. Jadi kita ulangi lagi tes kedua di Surabaya apakah nantinya negatif atau positif,” tuturnya.

BACA JUGA :  Kapolres Situbondo bersama Forkopimda Pantau Swab Tes Karyawan PT. PMMP

Kadinkes Optimis bahwa Pasien diprediksi tes keduanya akan negatif. Sebab penyakit ini bisa sembuh dengan sendiri, apalagi pasien semenjak pulang dari pelatihan sudah mengisolasi diri di rumah.

“Insyaallah tes keduanya negatif, karena penyakit ini bisa sembuh sendiri. Pasien juga sudah mengisolasi sendiri dirumah, tidak kemana-mana dari awal. Yang perlu diperiksa hubungan dekatnya saja seperti anak, istri dan keluarga yang kontak langsung dengan orang tersebut,” jelasnya.

Satu yang positif ini bukan satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sebelumnya, akan tetapi satu positif ini masih baru.

“Yang satu positif sekarang ini lain lagi, untuk PDP kemarin sudah dipulangkan karena sudah sembuh dan hasilnya negatif,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Kosan Diprotes Warga, Hasil Pemeriksaan Propam Polres Bondowoso Pastikan Bukan Milik Oknum Polisi

dr Imron menghimbau agar masyarakat tidak perlu resah dan khawatir. Tetap melakukan seperti yang dianjurkan pemerintah seperti memakai masker, jaga jarak, sering cuci tangan, olahraga yang teratur, makan makanan bergizi serta jangan berkerumun.

“Karena penyakit ini penularannya melalui percikan ludah dan melalui tangan yang tidak bersih. Isolasi mandiri selama 14 hari juga harus dipatuhi. Jika semua masyarakat menerapkan seperti itu, maka akan aman dan terhindar dari Covid-19,” tutupnya.

  • Reporter : Arik Kurniawan
  • Publikasi : Yadi/Hosairi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan