Seorang Perempuan di OKU Timur Baru Pulang dari Jakarta Selatan Dalam Kondisi Batuk Pilek Meninggal Dunia, Semoga Hasil Test Negatif Covid-19

  • Bagikan
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah SMSI-MURI-C-1.png

Martapura – Seorang perempuan di OKU Timur baru pulang dari Jakarta Selatan dalam kondisi batuk pilek meninggal dunia. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan proses pemakaman pasien berinisial Tr (19) warga Desa Argomulyo, Kecamatan Belitang Jaya, OKU Timur Senin (27/04/2020) sekitar pukul 08.00 WIB menggunakan standar Covid-19.

Berdasarkan informasi di lapangan pasien meninggal sekitar puku 03.00 WIB diduga terinfeksi Corona di Desa Argomulyo, Kecamatan Belitang Jaya. Korban meninggal dunia di rumah orangtuanya. Warga sudah dihimbau agar tidak melayat. Untuk pemakaman dilakukan secara SOP pemakaman korban Covid-19 dilakukan oleh pihak RSUD OKU Timur dan Pemerintah setempat.

Informasi yang beredar juga mengungkapkan riwayat perjalanan Tr pada Jumat 24 April 2020 yang bersangkutan pulang dari Jakarta Selatan dengan kondisi batuk pilek dan demam. Kemudian oleh Kepala desa di isolasi mandiri di rumah orang tuanya di Desa Argomulyo dan pagi ini meninggal dunia, dari riwayat perjalanan dan ciri-ciri diduga kematian akibat Covid-19

BACA JUGA :  Proyek Rabat Beton Di Desa Sumber Argo Kec Sumber Malang Diduga Digarap Asal Asalan

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 OKU Timur yang juga Sekdin Dinkes Yakub, SKM, M.Kes, mengatakan, memang hari ini ada warga di Desa Argomulyo Kecamatan Belitang Jaya, meninggal dunia dan sudah dilakukan pemakaman oleh keluarga dan warga.

BACA JUGA :  Danyonif Raider 514 Kostrad Pimpin Langsung Pertandingan Sepak Bola Persahabatan Antar Perwira VS Bintara dan Staf

Warga yang meninggal dunia itu berkerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Jakarta. Yang bersangkutan pualang dari jakarta pada 24 April 2020.

“Kondisinya memang kurang sehat sehingga sempat diobati di bidan desa, setelah itu warga ini berdiam diri di rumah orang tuanya, dan pagi ini mendapat informasi yang bersangkutan meninggal dunia,ujarnya.

Untuk proses pemakaman dilakukan sesuai standar penangangan Covid 19. Tujuannya untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih riwayat perjalan sipasien dari Jakarta.”Memang benar pemakamannya kita lakukan sesuai standar penanganan Covid 19, meskipun hingga sekarang belum bisa dipastikan apakah oleh Corona maupun Covid 19 apa bukan masih menunggu hasil tes,”imbuhnya.

BACA JUGA :  Eka Supria Atmaja, SH., Pastikan Masyarakat Kab. Bekasi Terdampak Covid-19 Mendapatkan Bantuan

Untuk sementara ada 15 orang sudah dikarantina diantaranya tiga tetangga, dua tenaga medis, 10 keluarga yang selama ini kontak langsung dengan pasien.”Kita masih menunggu hasil tes apa penyebab pasien ini meninggal dunia,” (Alhafiz)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan