Lensa Nusantara
Featured Madura

Masa Depan Desa Pancor Gayam Sumenep Berada Diantara Cemerlang dan Redup Setelah Meninggalnya Kepala Desa Terpilih

Sumenep, Lensa Nusantara – Meninggalnya kepala desa pancor Kec. Gayam Kab. Sumenep, H. Moh. Saleh di masa pereode kedua dalam perjalanannya yang baru 9 bulan, menimbulkan perbincangan-perbincangan diantara kelompok-kelompok kecil di tengah masyarakat pancor, pembicaraan-pembicaraan yang banyak di utarakan oleh masyarakat pancor, terdengar tentang bagaimana proses penggantian antar waktu di kursi kepala desa, dari berbagai analisa dengan dasar rujukan perbub yang mewajibkan calon harus berangkat dari perangkat desa yang ada, analisa yang mencul cukup mengkawatirkan masa depan kepala desa pancor, salah satu penyampai adalah H. Tajul Ulum.

“Desa pancor adalah desa yang paling banyak memiliki SDM berkualitas dibanding desa-desa yang lain, itu dapat kita lihat dari banyaknya sarjana-sarjana yang bisa dijumpai di masyarakat pancor, kenyataan itu juga yang menyebabkan demokrasi di desa pancor lebih dewasa dibanding desa yang lain di pulau sapudi, sekarang dihadapkan pada kenyataan dimana sisa pereode meninggalnya kepala desa terpilih mengharuskan melakukan proses PAW, sedangkan keberadaan Peraturan Bupati Sumenep, penggantinya harus berangkat dari perangkat desa yang ada, sedangkan kapasitas perangkat desa yang ada, secara keilmuan dan integritas sosialnya masih sangat jauh atau tidak layak untuk menanggung beban jabatan kepala desa, maka desa pancor berada diantara redup dan cemerlang, hal inilah yang membuat kekawatiran-kekawatiran jalannya desa pancor kedepan”.

Dengan berbagai macam analisa dari pada masyarakat pancor sendiri maupun masyarakat luar desa pancor, muncullah sebuah pemikiran dari sekelompok masyarakat yang tergabung dalam sebuah komunitas yaitu “komunitas pecinta kopi puncak”, “dengan adanya perangkat desa pancor yang ada, maka dengan segala pertimbangan-pertimbangan baik dari segi negatif dan positifnya, seleksi diantara mereka yang memiliki komitmen dan tingkat keterbukaan yang dimiliki oleh individu perangkat desa yang ada itulah yang dapat menjadi pengganti kepala desa yang ada, ujar salah satu anggota KPK Puncak,”. Habib Muksin ucapnya.

Namun siapakah diantara mereka yang memiliki komitmen dan keterbukaan ?? berlanjut habib muksin menjawab “saya melihat kapasitas saudara Alex Firmansyah, bisa menjadi pilihan akhir diantara yang ada, itupun hasil dari pertimbangan-pertimbangan diantara yang ada, sekarang Alex jabatannya sebagai sekdes desa pancor dan juga kapasitasnya secara formal bisa dibaca dari gelarnya sarjananya”.

Harapan untuk terus menjaga desa pancor berada dijalur menuju puncak, terus menggelora dan menguatkan motivasi masyarakat pancor meskipun dihadapkan dengan kenyataan yang menghawatirkan. “kita harus mendampingi siapapun yang mengganti kedudukan kepala desa, masyarakat secara umum harus ketat mengawal dan menyumbangkan pemikirannya dengan cara terus meningkatkan partisipasinya aktif dari masyarakat, agar kelemahan-kelemahan yang ada bisa ditutupi, sehingga menjadi kekuatan besar dan jalan desa menuju puncak menjadi kenyataan” Habib. (Ags).

Related posts

GMNI DPC Bantaeng Tegaskan Kawal Tuntas Kasus Pasar Rakyat Kelurahan Tanah Loe

Redaksi

Hadapi kebijakan Omnibus Law, Kapolres Bogor Siapkan Rencana Pengamanan

Redaksi

Kapolres Bondowoso Bersama Dandim 0822 Serta Forkopimda Laksanakan Penanaman Seribu Pohon Di Polsek Wonosari

Redaksi