BeritaReligi

Patuhi Prokes, Jemaat GKI Diaspora Utarom dan Paulus Coa Kaimana, Ibadah Syukur Perayaan HUT PI ke 166 Masuk di Tanah Papua

124
×

Patuhi Prokes, Jemaat GKI Diaspora Utarom dan Paulus Coa Kaimana, Ibadah Syukur Perayaan HUT PI ke 166 Masuk di Tanah Papua

Sebarkan artikel ini

Kaimana, LENSANUSANTARA.CO.ID – Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Klasis Kaimana, Jemaat Diaspora Utarum dan Jemaat Paulus Coa melaksanakan ibadah syukur bersama dalam rangka Perayaan Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil (HUT PI) di Tanah Papua ke-166 Tahun 2021, Ibadah tersebut di laksanakan di Jemaat GKI Diaspora Utarom Kaimana, namun warga dari Kedua Jemaat ini tetap mengutamakan penerapan Prokol Kesehatan (Prokes), Hadir dalam ibadah tersebut yakni Ketua Badan Pekerja Klasis (BPK GKI) Kabupaten Kaimana Pdt.Yance Satia,S.Si.

Example 300x600

Pdt.Lexi Pieters,MTh, yang memimpin ibadah syukuran itu, saat khotbahyan yang diambil dari Kitab 2 Timotius pasal 4:1-5, menyebutkan bahwa renungan dalam kitab 2 Timotius ini, memberikan catatan penting bagi yang telah menerima Injil, Injil Adalah kekuatan Allah dan Injil  telah membuka tabir kegelapan di atas Tanah Papua hingga menjadi terang.

“ini juga sebagai pengajaran bagi saya dan saudara-sudari, bahwa didalam momentum 166 Tahun Injil masuk di Tanah Papua, sehingga bertepatan dengan perayaan syukur Injil masuk diatas Tanah dan negeri pada hari ini, maka pesan firman Allah secara kusus bagi kita GKI di Tanah Papua, bagi kita para pelayan, jemaat  dan seluruh warga GKI di Tanah Papua, yang mana pertama-tama harus kita semua sadri bahwa Injil adalah kekuatan Allah, Injil adalah kekuatan Allah yang telah menghadirkan peradaban baru di atas Tanah Papua ini, sehingga sekarang kita adalah anak-anak terang di dalam Tuhan,”  Kata Pdt.Lexi Pieters,MTh, lewat khotbahnya dalam ibadah syukur perayaan HUT PI Ke-166 di jemaat GKI Diaspora Utarum Kaimana.Jumat (5/2/2021).

Ibadah Syukur HUT PI di Tanah Papua ke-166 Tahun 2021 ini, mengusung Tema : Ketahuilah Aku Menyertai Kamu Sampai Akhir Zaman, tema tersebut di ambil dari dalam kitab injil (Matius,28:20), sedangkan Sub Tema : Mensyukuri HUT PI Ke-166 di  Tanah Papua, Kita Bertekat Untuk, Terus Memberitakan Injil di Dalam Gereja dan di Tengah Masyarakat di Tanah Papua Sampai Akhir Zaman.

“Perayaan syukur 166 Tahun Pekabaran Injil di Tanah Papua pada saat ini, memberi hak bagi seluruh warga umat GKI di atas Tanah Papua, untuk memberitakan pendidikan Injil ini, karena Kristus Yesus sudah menebus itu, sehingga barang yang tidak baik dalam hal ini yang salah nyatakan salah, yang benar nyatakan benar, serta tegur dan nasehati sesama dengan segala kesabaran menurut pengajaran Injil Kristus, saya berharap dan mintakan agar hak ini jangan sampai di jual atau di gadaikan hanya karena harta,jabatan dan lain sebagainya,” Pungkas Pdt.Lexi Pieters.

Perayaan HUT PI di Tanah Papua tepatnya 5 februari, yang mana setiap tahunnya Umat Kristiani di seluruh pelosok Tanah Papua merayakannya, namun di tahun 2021 ini terasa sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, akibat Pandemi Covid-19, oleh karena itu Sinode GKI di Tanah Papua memutuskan untuk perayaan HUT PI kali ini dilakukan dalam bentuk ibadah syukur di setiap jemaat dan tidak diijinkan untuk perayaanya terpusat pada satu tempat seperti tahun-tahun sebelumnya.(KAS)

Tinggalkan Balasan

Tak Lagi Bergantung Bansos, Warga Ngawi Didorong Sukses Lewat Program Jatim Puspa PlusNgawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menyalurkan bantuan Program Jatim Puspa Plus kepada masyarakat penerima manfaat di Kantor Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi (23/7/2026).Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di pedesaan.Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Program Jatim Puspa Plus juga bertujuan memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan usaha mikro, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri Kepala Desa Jambangan Murdoko, Camat Paron, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ngawi Budi Santoso, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur Damin, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Desa Jambangan.Dalam sambutannya, Kepala Desa Jambangan, Murdoko mengatakan bantuan yang diberikan bukan berupa uang tunai, melainkan barang yang disesuaikan dengan jenis usaha penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk mengembangkan usaha yang telah berjalan maupun memulai usaha baru.> "Bantuan ini diberikan dalam bentuk barang agar dapat langsung dimanfaatkan untuk menjalankan atau mengembangkan usaha. Jika dikelola dengan baik, usaha penerima manfaat akan berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Ngawi, Budi Santoso menjelaskan bahwa Program Jatim Puspa Plus menyasar perempuan yang telah graduasi dari Program Keluarga Harapan (PKH) maupun masyarakat yang masuk dalam kelompok kesejahteraan desil 1 hingga desil 5.Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan usaha produktif.> "Kami berharap bantuan ini menjadi modal untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Penerima manfaat juga diharapkan fokus mengembangkan usahanya sehingga mampu mandiri secara ekonomi," katanya.Budi menambahkan, program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki semangat berwirausaha sehingga diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup tanpa terus bergantung pada bantuan sosial.Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Jatim Puspa Plus mengacu pada Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 64 Tahun 2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap melakukan pendampingan hingga proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.Menurutnya, bantuan Jatim Puspa Plus merupakan bantuan khusus yang pada tahun 2026 mengalami peningkatan nilai dari Rp2,5 juta menjadi Rp 3 juta untuk setiap penerima manfaat.> "Pesan Ibu Gubernur Jawa Timur, setelah menerima bantuan masyarakat diharapkan segera memulai usaha dan membangun jejaring usaha agar dapat saling mendukung ketika menerima pesanan dalam jumlah besar," jelas Damin.Ia menilai kolaborasi antarpelaku UMKM menjadi salah satu kunci agar usaha masyarakat dapat berkembang lebih cepat sekaligus menciptakan pemerataan manfaat ekonomi di tingkat desa."Apabila setiap desa mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, maka perekonomian desa akan tumbuh dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat," tambahnya.Ditemui secara terpisah, Kepala bidang usaha ekonomi desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerima bantuan, baik melalui pendampingan internal maupun eksternal. Evaluasi tersebut meliputi pemanfaatan bantuan, peningkatan pendapatan usaha, serta tingkat keberhasilan usaha yang dijalankan oleh penerima manfaat.Selain menerima bantuan, masyarakat juga akan memperoleh pendampingan agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.Pada tahun 2026, Program Jatim Puspa Plus di Kabupaten Ngawi menyasar tiga desa, yakni Desa Jambangan di Kecamatan Paron, Desa Karangjati, dan Desa Kedungmiri.Bagi masyarakat yang telah mengajukan usulan namun belum memperoleh bantuan pada tahap ini, Damin memastikan usulan tersebut akan diupayakan masuk dalam pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2026.Melalui Program Jatim Puspa Plus, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak masyarakat yang mampu membangun usaha secara mandiri, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat perekonomian desa sebagai fondasi pembangunan daerah (Taufan Rahsobudi/ Lensa Nusantara Ngawi).
Berita

Post Views: 1,690 Ngawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi…