Lensa Nusantara
Bondowoso Featured

Dirut PDAM Bondowoso Undang Pejabat Teras Pemkab Demi Klarifikasi Pemberitaan Media

Dirut PDAM bersama sejumlah pejabat Pemkab Bondowoso saat pemaparan klarifikasi pemberitaan, di Aula PDAM. Rabu, 24/3/2021 (foro:ubay/lensa nusantara)

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Dirut PDAM Bondowoso mengundang sejumlah pejabat Pemkab Bondowoso, mulai dari Staf Ahli Bupati, Asisten II, Plt Kadis Kominfo, Kabag Humas Pemkab, Hingga mengundang LSM. Untuk mengklarifikasi sebuah pemberitaan media. Berlangsung di Aula PDAM, Rabu, 24/3/2021.

Klarifikasi itu bukan di sampaikan langsung oleh Dirut PDAM, namun oleh staf ahli Bupati Bondowoso, yakni Agung Trihandono.

Sebelum Agung menyampaikan pemaparan klarifikasi, Dirut PDAM terlebih dahulu mengajak semua yang hadir untuk melihat rekaman video sambutan Bupati, di acara pembinaan karyawan PDAM pada Tanggal 10 Maret lalu.

Usai menyaksikan video sambutan Bupati, Agung kemudian menuturkan, bahwa Bupati dalam sambutan itu menyampaikan posisi PDAM.

Menurut Agung, apa yang disampaikan Bupati, bahwa PDAM ada dua fungsi, yakni fungsi bisnis dan fungsi sosial.

“PDAM itu berfungsi dalam dua sisi,” tuturnya, dihadapan Dirut dan semua undangan serta awak media yang hadir.Pertama, kata Agung, sebagai Lembaga yang bergerak sebagai Badan Usaha Milik Daerah, maka ia melakukan proses bisnis dari sebuah Perusahaan.

Lanjutnya, artinya Bupati sebenarnya menekankan PDAM dalam posisi sebagai perusahaan Daerah, maka PDAM dituntut untuk untung, tidak rugi.

Dengan laba yang ada, diharapkan bisa ekspansi dalam bentuk penambahan pemasangan jaringan baru, pada masyarakat yang membutuhkan.

“Penekanannya Bupati seperti itu, yang saya tangkap.” kata Agung.

Kemudian yang kedua, lanjutnya, PDAM merupakan kepanjangan tangan dari Pemda. Pemda dalam posisi ini tugasnya menyediakan air bersih bagi warganya.

“Oleh karenanya, ada penekanan disitu, fungsi sosial harus dijalankan oleh PDAM,” tambahnya.

Agung menegaskan, PDAM sampai saat ini pakai tarif terendah, tidak bisa menaikkan sendiri tampa seizin Bupati.

“Enggak bisa PDAM menaikkan se-enaknnya,” tegasnya.

Intinya, menurut Agung, fungsi sosialnya harus melayani warga yang butuh air bersih, dengan tarif yang di jangkau oleh masyarakat.

Sehingga disitulah harus muncul kreativitas dan inovasi, PDAM membawa perusaahaan tidak rugi, tapi masyarakat terlayani.

“Ini butuh sebuah keahlian yang luar biasa, inilah yang sebenarnya disampaikan oleh Bupati,” jelasnya.

Agung juga mengakui, bahwa sambutan Bupati dalam kunjungan ke PDAM pada 10 Maret lalu, Bupati menyebut kata 64 persen capaian PDAM, terkait fungsi sosial dan fungsi bisnis.

“Kata-kata 64 persen itu dari saya, Bupati tanya ke saya. pak Agung berapa cakupan air bersih, saya jawab 64 persen,” aku ia.

Artinya, kata Agung, sampai hari ini se-Bondowoso sepanjang tahun, warganya yang sudah mengkomsumsi air bersih baru 64 persen.

Menurutnya, ketika musim kemarau tiba, masih ada sekitar 35 persen warga Bondowoso belum mengkonsumsi air bersih.

Agung lantas menafsirkan bahasa Bupati dalam sambutan di dalam video itu.

“Kira-kira seperti ini. Hai PDAM Bondowoso, indeks air bersihnya baru 64 persen, kamu masih punya tanggung jawab untuk melebarkan pelayanan’,” Paparnya.

Makanya mulai kemarin PDAM mestinya punya RIPAM (rencana induk pengembangan air minum).

Terkait sambutan Bupati yang menyebut ‘PDAM tidak pernah untung yang ada hanya rugi dan kemalingan’, Agung Berpendapat bahwa, hal itu kejadian yang terdahulu waktu Bupati Salwa masih menjabat Wabup di era Bupati Mas’ud Tahun 2004-2005.

“Waktu itu, kondisi PDAM belum kondisi Bagus, jangankan untung, yang ada laporan kemalingan, itu kan dulu, diceritakan di situasi sekarang. Tapi sekarang data yang kami terima dari pak Bhirawa, insyaallah 3 sampai 5 tahun terahir sudah untung.” Jelasnya.

Sekedar untuk diketahui, acara klarifikasi tersebut menjawab serta meluruskan pemaparan Bupati Salwa dalam kunjungannya ke PDAM 10 Maret lalu, yang menyebut bahwa PDAM tidak pernah untung, yang ada hanya rugi dan kemalingan.

Usai acara tersebut, Dirut PDAM April Ariesta Bhirawa enggan berkomentar, saat mau di mintai statemennya oleh awak media.

Dirut bahkan meminta media untuk konfirmasi ke Agung Trihandono, namun staf ahli Bupati itu juga enggan di wawancarai dengan alasan ada rapat di tempat lain.

Bahkan Dirut meminta seorang LSM yang hadir untuk di wawancarai, otomatis awak media menolak untuk mewawancarai LSM tersebut, karena dinilai tidak ada relevansinya dan kapasitas dalam klarifikasi ini.(ubay)

BACA JUGA : Bupati Bondowoso Sentil Dirut PDAM: Tak Pernah Berprestasi yang Ada Kemalingan

Related posts

Reses Anggota DPRD Kaltim, Infrastruktur, Listrik, Air Bersih Jadi Sorotan Utama Masyarakat

Lensa Nusantara

Kades Deni bersama Pihak Terkait Fasilitasi Pembagian Kartu Tani

Lensa Nusantara

Waka Polda Jabar Sidak Pelaksanaan Ops Yustisi Polres Bogor

Lensa Nusantara