Lensa Nusantara
Berita Bondowoso

Dinsos Bondowoso Sebut NIK Tak Online Berakibat Bansos Tak Cair, Begini Tanggapan Disdukcapil

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Banyak warga Bondowoso mengeluhkan bantuan sosial (bansos) salah satunya PKH yang berbentuk beras tidak bisa dicairkan.

Menurut PJ Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bondowoso, Anisatul Hamidah, penundaan pencairan Bansos berupa beras kepada KPM PKH, karena kebanyakan nomor induk kependudukan (NIK) KPM tidak online.

“Yang bermasalah adalah adminduk (administrasi kependudukan) tidak online, dampaknya pada penundaan pencairan bansos,” kata dia.

Sehingga, warga banyak yang mengadukan masalah KTPnya ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Bondowoso agar KTPnya segera di onlinekan.

BACA JUGA :  Jaga Kondusifitas Pergantian Tahun Baru 2021, Polsek Ciampea Lakukan Razia Petasan dan Miras

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dispendukcapil Priyono Hadi Siswanto menuturkan, masalah itu diketahui ternyata masyarakat menggunakan NIK baru ketika pindah tempat.

“Itu sisa lama. Mereka tahu ketika mereka nyetak KTP. Di NIK barunya tidak akan bisa. Karena dia pasang sidik jari langsung ketemu kalau ganda,” ujarnya, Senin (6/8/2021).

Priyono beralasan, ketika jaringan dua server di pusat yakni server SIAK dan DWH bermasalah, maka data NIK tersendat dan tidak dapat memperbaharui.

BACA JUGA :  Bupati Bantaeng Serahkan Ranperda APBD Perubahan T.A 2020

Menurut dia, server SIAK merupakan server yang online dengan Dispendukcapil setiap saat. Adapun server DWH secara teknis akan meng-update data dari server SIAK.

“Yang di pusat itu kan menangani se Indonesia. Yang di DWH itu kadang tersendat karena masalah itu,” jelasnya.

Kendati dirinya tak dapat menjelaskan jumlah NIK yang belum online, namun masalah tersebut perlahan-lahan mulai dapat diperbaiki. Dia mengatakan sistem dan cara pendataan di pusat lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA :  Kapolres Musi Banyuasin Pimpin Apel Gabungan Pelaksanaan Operasi Yustisi

“Di pusat juga disediakan tenaga yang banyak. Bondowoso ini masuk di wilayah 2,” katanya.

Priyono menegaskan, pendataan NIK di tingkat kabupaten pada dasarnya tidak ada kendala, karena data lokal terkoneksi dengan SIAK pusat.

Dispendukcapil Bondowoso dalam mengatasi masalah tersebut, menyediakan layanan Whatsapp bagi warga yang ingin mengirim dan memperbaharui data. Nomor Whatsapp tersebut terpampang di tembok depan kantor Dispendukcapil.(*/ubay)