Anggota DPRD Butur Diminta Resmikan Mushollah Sekolah

Fatria, S.Pd, anggota DPRD Buton Utara (kanan/gaung kuning) KS SMPN 2 Satap Bonegunu, Wa Ode Asma (kiri/gaun putih)

Buton Utara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Fatria, S.Pd, anggota DPRD Buton Utara dari Fraksi PDIP (kanan/gaung kuning) bersama KS SMPN 2 Satap Bonegunu, Wa Ode Asma (kiri/gaun putih)
Lantunan ayat suci Alqur’an, lagu-lagu Sholawat oleh siswa-siswi sekolah,serta sapaan akrab penuh haru para guru dan tokoh masyarakat warnai kedatangan salah seorang legislator Kabupaten Buton Utara.

Dia adalah Fatria, S.Pd dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Aleg Butur ini hadir dalam rangka menghadiri undangan dari pihak Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satu Atap (Satap), di kecamatan Bonegunu.

Fatria diundang khusus untuk meresmikan Musolah sekolah oleh pihak Komite Sekolah, para Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pemerintah Desa setempat dan pihak sekolah SMP Satap SMPN 2 Bonegunu ,Desa Laanoipi, Kecamatan Bonegunu, pada Senin 24 Januari 2022.

Diketahui, Fatria S.Pd terpilih sebagai Anggota DPRD Butur periode 2019- 2024 di Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Bonegunu dengan kendaraan politik PDIP.

Oleh karenanya, masyarakat, Pemerintah Desa serta pihak sekolah bersepakat meminta dirinya untuk menghadiri syukuran dan sekaligus diminta untuk meresmikan Musolah sekolah tanda awal akan digunakannya untuk pertama kali.

Kepala Desa Laanoipi, Rusdin dalam sambutannya menuturkan, suatu kebanggaan tersendiri baginya atas terbangunnya Mosolah sekolah di desa yang ia pimpin, di mana kata Rusdin desa -desa tetangga sampai saat ini belum memiliki Musolah sekolah yang serupa di Laanoipi.

Pada kesempatan itu pula, Rusdin mengatakan mewakili pemerintah desa Laanoipi dan seluruh masyarakat Laanoipi mengucapkan terima kasih kepada Ibu Fatria, (Aleg PDIP Butur) atas upaya yang telah dilakukan untuk memperjuangkan usulan masyarakat dan sekolah hingga saat ini Musolah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di desa yang dipimpinnya sudah ada dan bisa digunakan.

BACA JUGA :  Pemkot Bitung Turut Sukseskan Pemilihan KOMPELKA Pria Kaum Bapa dan Pemuda Sinode GMIM

“Saya selaku pemerintah desa, mewakili seluruh masyarakat desa Laanoipi mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD Buton Utara, pribadi Ibu Fatria yang telah memperjuangkan usulan Musolah sekolah SMP kami. Saya melihat desa-desa sekeliling kami masih belum ada, sehingga ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rusdin berharap, dengan adanya Musolah di sekolah mampu menciptakan siswa-siswi yang berakhlak mulia. Dan lebih utama lagi kata Rusdin, nantinya generasi masyarakat desa Laanoipi akan lebih baik lagi.

Di tempat yang sama, mewakili pihak sekolah, Kepala SMP Satap SMP Negeri 2 Bonegunu, Waode Asma S.Pd mengatakan adanya Musolah di sekolah yang di pimpinnya adalah sebuah rahmat dan hidayah yang patut disyukuri.

Oleh karena itu, lanjut Waode Asma pihaknya menggelar syukuran atas selesainya pembangunan Musolah tersebut yang sudah sejak lama di inginkan.

Dalam sambutannya,Waode Asma mewakili delapan guru lainnya dan lima puluh dua siswa siswi sekolah itu, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa, BPD, dan Komite Sekolah atas kerja samanya yang baik terhadap sekolah dalam proses pengusulan hingga pembangunan sarana-prasarana yang ada saat ini di sekolah yang dipimpinnya itu.

BACA JUGA :  Bupati Tapsel : Pemasaran digital sangat menunjang Tapsel ke dunia luar

Di ujung sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD Butur Ibu Fatria atas upayanya memperjuangkan usulan masyarakat dan pihak sekolah hingga Musolah yang diusulkan benar-benar ada dan saat ini bisa digunakan siswa siswi, guru dan masyarakat sekitar.

“Sekali lagi, terima kasih ibu atas segala bantuan yang diberikan,” ucap Wa Ode Asma menutup sambutannya.

Menanggapi segala pujian itu, Fatria dalam sambutannya mengungkapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah desa Laanoipi, pihak sekolah dan seluruh tokoh masyarakat desa setempat atas kesempatan dan penghargaan yang diberikan padanya dimana dirinya diminta untuk meresmikan Musolah (Ar-Rasyid) SMP Satap SMPN 2 Bonegunu itu.

Fatria menuturkan, sebagai wakil rakyat dirinya sudah semestinya memperjuangkan kepentingan masyarakat umum. Dan yang terpenting kata dia adalah program yang diperjuangkan dapat terwujud dan bermanfaat bagi masyarakat banyak, bukan semata untuk tujuan atau kepentingan tertentu.

Dalam upaya mengawal program pembangunan Mosolah itu, Fatria mengakui menemukan sedikit tantangan dari berbagai elemen kepentingan. Namun dengan tekat yang kuat, pada akhirnya Musolah sekolah dengan nilai anggaran Rp 106 juta itu dapat dipertahankan hingga bisa digunakan sebagai mana sekarang.

“Alhamdulillah dengan izin Allah, saya berhasil membawa satu program kegiatan di sini. Memang ada kendala sedikit hampir saja batal, itulah dinamika dalam proses ini, Alhamdulillah,”tuturnya.

BACA JUGA :  Menaiki Helikopter, Bupati Lambaikan Tangan Tanda Salam Perpisahan

Selanjutnya, Fatria mengapresiasi dan merasa kagum atas upaya pihak sekolah tersebut, dimana dalam upayanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi muda anak-anak desa juga dengan mengedepankan moral dengan cara meningkatkan ilmu pengetahuan agama.

Menurut Fatria, salah satu motivasi yang menjadikannya bertekad untuk betul-betul mewujudkan mimpi masyarakat Desa Laanoipi dan pihak sekolah untuk memiliki Musolah sekolah adalah atas pengakuan siswa-siswi sekolah itu yang tidak pulang ke rumahnya usai jam sekolah sebelum melaksanakan ibadah salat berjamaah.

“Itulah semangat yang menyertai perjuangan politik saya dalam mewujudkan mimpi mulia orang tua siswa sekolah ini,” ungkapnya.

Usai acara, Istri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Buton Utara itu, menyempatkan diri melihat kondisi yang ada di dalam lingkungan sekolah tersebut. Sesekali Fatria di perdengarkan oleh anggota Komite Sekolah tentang potensi musibah saat musim hujan karena banjir.

Dimana diketahui tepat di tengah lingkungan sekolah tersebut terdapat sungai besar yang belum memiliki talud pengaman longsor saat bencana datang.

Fatria juga melihat secara langsun siswa siswi dan guru hanya bisa melintasi jembatan darurat yang dibuat seadanya oleh guru dan masyarakat desa setempat.

Saat dimintai tanggapannya, dengan santai dirinya menjawab dengan lugas.

“Saya tau apa yang harus saya lakukan, Sabar saja, dan banyak berdoa dan kita saling mendoakan,” katanya sembari tersenyum dan melambai pamitan.(Dirwanto)