Bisnis

Pengrajin Blangkon di Banjarnegara Mengeluh Kekurangan Modal, Ini Tanggapan Kadinas IndakopUKM

×

Pengrajin Blangkon di Banjarnegara Mengeluh Kekurangan Modal, Ini Tanggapan Kadinas IndakopUKM

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koprasi Usaha Kecil dan Menengah Banjarnegara
Sunaryo, memperlihatkan blangkon buatannya kepada wartawan Lensa Nusantara saat berkunjung ke rumahnya, Selasa (23/5/2023), (Foto : Gunawan/LensaNusantara.)

Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.IDBlangkon, mungkin jika mendengar nama salah satu penutup atau salah satu aksesoris yang dipakai di kepala itu sudah tidak asing lagi, apalagi bagi orang Jawa, selalu indentik dengan ikat yang terbuat dari kain yang dibentuk dengan beberapa jenis dan model.

Kisah Blangkon sendiri selama ini memang memiliki suatu kisah yang panjang dibandingkan seperti topi, peci dan sejenisnya. Karena sudah ada sejak zaman Wali Songo saat pertama kali menyiarkan agama Islam di Nusantara.

Example 300x600

Tidak mau kalah dengan daerah lain, di Kabupaten Banjarnegara ada seorang pengrajin blangkon yang sampai saat ini masih eksis. Sunaryo, itulah namanya, pria asal Desa Dusun Karangmangu Rt01/09 Desa Banaran, Kecamatan Mandiraja itu, bersama istrinya dalam pantauan lensanusantara.co.id saat mengunjungi kerumahnya, terlihat blangkon buatannya yang memiliki model Solo dan Sunda tertata rapi dalam sebuah kranjang plastik.

BACA JUGA :  Undang Anggota Komisi 4 DPRD Banjarnegara, CV BBJ Manjakan Karyawannya dengan Hiburan

“Yang sudah jadi ini mas, ini model keSoloan dan ini Sunda,” jelas Sunaryo saat menjelaskan jenis blangkon buatannya ke wartawan.

Ternyata blangkon Banjarnegara buatan Sunaryo sudah dijual ke beberapa daerah, seperti Banyumas, Purbalingga hingga ke Ibu Kota Jakarta, namun karena kendala biaya, akhirnya dirinya menjalankan usahanya dengan modal seadanya.

BACA JUGA :  PT PAA Salurkan Beasiswa di SMKN 6 Medang Kampai, Dumai

“Aslinya kalau ada modal, bisa membuat banyak tergantung pesanan, tapi karena tidak ada modal, ya semampunya saja, kalau peminat ada yang dari Banyumas, Purbalingga, dan juga sampai ke Jakarta, tapi ya itu tadi disaat ada pesanan banyak kita belum bisa, karena kendala modal. Pernah kita mengajukan bantuan, tapi sampai sekarang tidak pernah turun,” terangnya.

Menanggapi permasalahan tersebut, wartawan Lensa Nusantara mencoba menghubungi Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koprasi Usaha Kecil dan Menengah (IndakopUKM) Banjarnegara Adi Cahyono Purwo Saputro.M.M melalui sambungan seluler, dan secara cepat, dirinya langsung merespon positif.

BACA JUGA :  Amir Husin dan Supratman Pemilik Kebun Cabe Desa Lafakha Kecamatan Alafan

“Kita akan cek dan lakukan pendampingan serta fasilitasi sesuai dengan kemampuan dari Dinas, dan kami ucapkan terimakasih atas informasinya,” singkatnya.

Blangkon buatan Sunaryo sendiri, dibandrol dengan harga bervariasi, untuk jenis Sunda dirinya mematok harga Rp.25 ribu, sedangkan model Banjarnegara dijual dengan harga Rp.30 ribu. Jika dicermati, blangkon buatannya begitu lembut dan halus serta mudah dicuci. (Gunawan).

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.