Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Setelah penantian panjang selama tujuh bulan lamanya kekosongan jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara, akhirnya kursi tersebut sudah terisi, setelah Hendro Cahyono, SE, M.Si., resmi dilantik oleh Bupati Amalia sebagai Sekda definitif di Pendopo Dipayudha Adigraha.
Pelantikan pyang berdasarkan Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor 800.1.3.3/989 Tahun 2026 tersebut, selain dihadiri Wakil Bupati Banjarnegara Wakid Jumali, Ketua DPRD, seluruh jajaran Kepala OPD, para Camat di 20 Kecamatan. Meskipun dengan suasana seserahan, namun acara yang penuh dengan keakraban tersebut berlangsung khidmat.
Acara yang diwarnai dengan guyonan oleh Bupati Amalia usai pelantikan dengan meroasting beberapa Camat hingga Kepala OPD tersebut, membuat suasana yang sebelumnya tegang menjadi cair.
Dalam perjalanan proses seleksi yang panjang tersebut, yang dimulai sejak Januari lalu, mendapatkan persetujuan dari Gubernur Jawa Tengah dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Hendro akhirnya mampu mengalahkan dua pesaingnya, yaitu Agung Prabowo dan Agung Yudianto.
Sebelum memutuskan pilihannya, Bupati Amalia juga sempat memanggil ketiga kandidat untuk di uji komitmen mereka, terutama mengenai kesiapan mereka untuk tetap loyal membangun Banjarnegara sekalipun tidak terpilih sebagai Sekda.
“Pesan saya kepada Bapak Hendro Cahyono agar nantinya mampu menjadi sosok “orang tua” yang mengayomi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Banjarnegara tanpa memandang latar belakang, warna politik, atau asal-usul kelompok,” pesan Bupati dalam sambutannya, Selasa, (19/5/2026).
Dalam sambutan didepan para tamu undangan yang hadir Bupati juga menegaskan, bahwa dirinya tidak ingin melihat adanya polarisasi atau pembentukan kubu-kubu (blok-blokan) yang dapat memicu perpecahan di tubuh pemerintahan kabupaten.
Komitmen tersebut dipertegas dengan prinsip seleksi yang bersih tanpa adanya praktik titip-menitip jabatan atau “jasa titip” (no jastip).
Dalam menyampaikannya, Bupati juga memberikan sinyal kuat mengenai adanya evaluasi kinerja dan rotasi besar-besaran di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga tingkat kecamatan dalam waktu dekat, diperkirakan sekitar 60 persen pejabat akan mengalami pergeseran posisi demi penyegaran organisasi.
Selain penguatan internal birokrasi, Bupati Amalia juga memaparkan visi besar pembangunan daerah, salah satunya adalah percepatan kehadiran kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Banjarnegara sebagai investasi jangka panjang di bidang pendidikan demi menekan angka putus sekolah.
“Dalam kesempatan ini saya juga berpesan kepada Ketua Dharma Wanita yang baru, agar organisasi tersebut dapat terus mendampingi dan memberikan kenyamanan bagi para suami di rumah, sehingga kinerja para pejabat di lingkungan kerja dapat berjalan dengan optimal dan terjaga dari hal-hal negatif.
Sementara saat ditemui usai pelantikan, kepada wartawan Sekda Banjarnegara yang baru, Hendro Cahyono menyatakan kesiapannya untuk segera bekerja membantu Bupati dalam merumuskan regulasi dan mengoordinasikan seluruh kepala OPD.
“Sementara akan fokus menjalankan visi dan misi Bupati yang telah digariskan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), saya menyadari bahwa ini adalah tanggung jawab besar dan tidak bisa diselesaikan sendirian, melainkan membutuhkan sinergi kokoh dan kolaborasi erat dari seluruh elemen pemerintahan Kabupaten Banjarnegara,” pungkas Hendro. (Gunawan).














