Pemerintahan

Menanggapi Kebakaran Pasar Purwareja Klampok, Sekda Banjarnegara : Secepatnya Akan Kita Dirikan Pasar Darurat

×

Menanggapi Kebakaran Pasar Purwareja Klampok, Sekda Banjarnegara : Secepatnya Akan Kita Dirikan Pasar Darurat

Sebarkan artikel ini
Sekda Banjarnegara
Bersama Kadinas IndakopUKM, Kapolsek, Anggota DPRD Provinsi Jateng Fraksi PKS, Camat dan Kades Purwareja, Sekda Indarto meninjau lokasi terbakarnya Pasar Purwareja Klampok, Sabtu (3/6/2023). (Foto : Gunawan/Lensa Nusantara).

Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Dahsyatnya kobaran api yang menghanguskan Pasar Purwareja Klampok Banjarnegara malam ini, Sabtu (3/6/2023), yang mengakibatkan dagangan para pedagang tidak bisa diselamatkan, membuat Sekretaris Daerah Indarto yang datang ke lokasi bersama Kadinas Indakop Adi Cahyono Purwo Saputra, merasa prihatin akan kejadian tersebut.

Ditemui di lokasi kebakaran, kepada lensanusantara.co.id, Sekda Banjarnegara, Indarto mengatakan, dirinya sangat prihatin atas kejadian kebakaran Pasar Purwareja Klampok itu.

Example 300x600

“Saya sangat prihatin sekali atas musibah kebakaran ini, setelah ini saya akan melaporkan kepada PJ Bupati, atas situasi terkini, karena beliau selalu memantau kejadian ini, karena saat ini beliau ada kegiatan keluar,” ungkap Sekda.

BACA JUGA :  Halal Bihalal 2024 Forkomsekdes se Banjarnegara, Berikut Pesan Kapolres

Ditanya langkah Pemkab atas tragedi tersebut, Indarto menambahkan, akan melakukan pendataan dan assesmen sebelum mengambil langkah untuk membahas secepatnya mendirikan pasar darurat bagi para pedagang.

“Secepatnya kita lakukan pendataan, assesmen, dan segera akan kita nyari lokasi sementara untuk pasar darurat,” tambahnya.

BACA JUGA :  Bupati Tapsel Buka Coaching Clinic Penyusunan SAKIP LAKIP

Hal sama juga diutarakan Kadinas Indakop, Adi Cahyono, dirinya menunggu hasil investigasi, sebelum mengambil langkah untuk mendirikan pasar darurat.

“Kita akan menunggu hasil investigasi dulu pada malam ini, setelah itu nanti akan kita bahas bersama Kepala Desa, Camat, Paguyuban pasar, mencari jalan keluar untuk pasar darurat, agar para pedagang bisa berjualan lagi secepatnya” jelas Adi.

Masih menurut Adi, Pasar Purwareja Klampok sudah sempat dibangun pada tahun 2020 lalu, akibat Covid 19, akhirnya hingga sekarang urung dilaksanakan.

BACA JUGA :  Bupati Ilham Kembali Serahkan Klaim AUTS/K Kepada Peternak di Bantaeng

“Aslinya pada 2020 lalu sudah dianggarkan untuk pembangunan, karena ada Covid sampai sekarang belum terlaksana,” dalihnya.

Akibat kejadian tersebut, kerugian yang dialami para pedagang pasar Purwareja Klampok ditaksir mencapai miliaran rupiah. ( Gunawan ).

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.