Pendidikan

Refleksi Setahun IKM di SMPN 1 Taman Krocok Bondowoso

×

Refleksi Setahun IKM di SMPN 1 Taman Krocok Bondowoso

Sebarkan artikel ini
Kepala SMPN 1 Taman Krocok
Acara refleksi secara internal tentang IKM di SMPN 1 Taman Krocok.

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Setelah satu tahun pelajaran mengimplementasikan kurikulum merdeka, SMPN 1 Taman Krocok menyelenggarakan acara refleksi secara internal tentang IKM. Hal itu sebagai bagian dari rangkaian IHT Sekolah Penggerak yang dijadwalkan selama enam hari (10-15/7/2023).

Refleksi dimaksudkan untuk adanya evaluasi diri secara bersama-sama oleh semua elemen di sekolah terkait penerapakan kurikulum merdeka di kelas 7 pada tahun pelajaran 2022/2023. Harapannya bisa dibenahi hal-hal yang kurang maksimal pada implementasi tahun pertama itu.

Example 300x600

“Tahun ini kami akan implementasikan kurikulum merdeka di kelas 7 dan kelas 8. Mumpung pergantian tahun pelajaran maka kami rasa sangat penting adanya refleksi terkait IKM,” ungkap Setya Budi, S.S selaku Kepala SMPN 1 Taman Krocok.

BACA JUGA :  Resmi Dilantik Jadi Rektor Unand Periode 2023-2028, Efa Yonnedi Ajak Kolaborasi Semua Stakeholder

Untuk memandu proses refleksi IKM, hadir menjadi fasilitator acara adalah Kepala SMPN 1 Curahdami yaitu Mohammad Hairul, M.Pd. Dalam durasi 2 jam pelatihan itu, Hairul banyak menggali hal-hal sudah di lakukan pihak sekolah dan guru terkait IKM di tahun 2022/2023.

BACA JUGA :  Anniversary Outsider di Bondowoso Berakhir Pengeroyokan, Begini Kronologisnya

“Rekleksi IKM saya fokuskan pada tiga hal. Apa yang sudah baik dalam implementasi kurikulum merdeka tahun lalu. Apa yang perlu ditingkatkan, dan siapa kiranya pihak yang potensial untuk diajak kolaborasi agar kedepan IKM lebih maksimal,” papar Hairul.

Sesi refleksi IKM juga dikemas dengan curah pendapat dan sesi berbagi praktik baik tentang asesmen diagnostik, pembelajaran berdiferensiasi, dan pembuatan soal standart ANBK/AKM.

BACA JUGA :  Warga Tapen Bondowoso Digegerkan Penemuan Mayat Tanpa Busana

“Melalui refleksi ini kami jadi tahu bahwa ada beberapa konsep yang sebelumnya kurang mampu kami variasikan. Berbagai teknik dalam mendiagnosa siswa, bentuk-bentuk diferensiasi dalam pembelajaran, dan ragam tipe atau bentuk soal berbasis AKM/ANBK,” ungkap Mia Melani, S.Pd selaku Urusan Kurikulum SMPN 1 Taman Krocok. (Red)

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.