TNI

Danrem 081/DSJ Sebut Petani di Desa Gunungan Magetan Butuh Alsintan dan Aaliran Listrik

×

Danrem 081/DSJ Sebut Petani di Desa Gunungan Magetan Butuh Alsintan dan Aaliran Listrik

Sebarkan artikel ini
Danrem 081/DSJ
Danrem 081/DSJ (Dhirotsaha Jaya Madiun) Kolonel Inf H. Sugiyono mendengarkan keluh kesah dari para petani.

Magetan, LENSANUSATARA.CO.ID – Musim kemarau saat ini berdampak terhadap para petani di Desa Gunungan, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan. Keterbatasan pasokan air, membuat mereka harus mengalami keterlambatan musim tanam.

Melihat kondisi itu, Danrem 081/DSJ (Dhirotsaha Jaya Madiun) Kolonel Inf H. Sugiyono tak mau tinggal diam, Ia terjun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluh kesah dari para petani disana.

Example 300x600

Tak hanya berkomunikasi, sebagai langkah agresivitasnya dalam membantu para petani, momen itu juga dimanfaatkan untuk ikut membantu mengolah lahan milik petani dengan menggunakan traktor.

Selain dihadapkan dengan musim kemarau, ia menyebut ada beberapa faktor yang mengakibatkan para petani di Desa Gunungan, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, mengalami keterlambatan musim tanam.

“Kami sudah mengumpulkan informasi bahwa di daerah sini terjadi keterlambatan penanaman yang dikarenakan, satu, tenaga tanamnya memang berkurang, kedua, alat mesin pertaniannya (Alsintan) kurang,” kata Danrem saat ditemui di lokasi area persawahan Desa Gunungan, Jumat (17/5/2024).

Oleh karena itu, ia memohon kepada pihak yang berwenang untuk membantu Alsintan, terutama traktor supaya bisa meningkatkan percepatan tanam dan produktivitasnya dapat optimal.

Selain kedua permasalahan itu, Danrem juga menegaskan juga ada permasalahan lainnya, yakni belum adanya aliran listrik yang menjangkau area persawahan disana. Hal itu membuat para petani tidak bisa memasang sibel untuk mengairi lahan mereka.

“Tadi juga ada keluhan dari masyarakat yang menginginkan ada bantuan untuk jaringan listrik ke sini (persawahan), karena selama ini belum ada, sehingga hanya menggunakan mesin-mesin pompa air berbahan bakar solar atau bensin maupun LPG,” bebernya.

Di samping membutuhkan biaya yang lebih besar, Danrem menyebut penggunaan pompa air semacam itu juga tidak dapat maksimal untuk menyedot air ke permukaan.

Seperti Alsintan, ia pun meminta bantuannya kepada petugas PLN supaya membantu jaringan listrik untuk masuk ke sawah, agar para petani ke depannya dapat memasang sibel. (Dicky)

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.