Bisnis

Jelang Idul Adha, Harga Bawang Merah di Rembang Melambung

373
×

Jelang Idul Adha, Harga Bawang Merah di Rembang Melambung

Sebarkan artikel ini
Pedagang bawang merah yang berada di pasar Kota Rembang.

Rembang, LENSANUSANTARA.CO.ID – Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 H, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional mulai melambung. Salah satu pasar yang mengalami lonjakan harga signifikan adalah Pasar Kota Rembang di Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang.

Pantauan di lapangan menunjukkan harga
bawang merah pun turut meroket. Dari harga sebelumnya Rp32 ribu per kilogram, kini tembus Rp40 ribu per kilogram menjelang H-6 Lebaran Kurban.

Example 300x600

Salah satu pedagang setempat mengungkapkan bahwa kenaikan ini disebabkan oleh faktor gagal panen dan banjir yang melanda wilayah pemasok.

BACA JUGA :
Dugaan Pemerasan dan Pengancaman Salah Satu Cafe : Kuasa Hukum, Oknum Advokat Diadukan ke Polres Rembang

“Pasokan bawang dari daerah penyuplai terganggu akibat gagal panen dan kebanjiran. Itu yang bikin harga naik,” ujar seorang pedagang, Sabtu (31/5/2025).

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas lainnya, meski tidak setinggi bawang. Harga telur misalnya, naik dari Rp25 ribu menjadi Rp26 ribu per kilogram. Sementara harga kelapa per butir tetap tinggi, yakni mencapai Rp20 ribu, tergantung ukurannya.

BACA JUGA :
Mahasiswa Gelar Aksi di DPRD Rembang, Tabur Bunga di Depan Foto-foto Korban

Situasi ini dikhawatirkan akan berdampak pada daya beli masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah yang harus menghadapi lonjakan harga menjelang momen penting keagamaan.

Di sisi lain, beberapa harga sayuran justru anjlok. Harga bayam misalnya, hanya Rp2.000 per ikat, jauh dari harga normal.

BACA JUGA :
Laris Manis, Omzet Pedagang Buah Ini Tembus Puluhan Juta Perbulan

Sedangkan komoditas seperti tomat, bawang putih, gula, dan minyak masih cenderung stabil. Namun, potensi kenaikan tetap ada seiring meningkatnya permintaan menjelang Iduladha.

Kenaikan harga ini menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat dan pelaku pasar. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah antisipatif agar gejolak harga tidak semakin membebani masyarakat menjelang hari raya.