Pendidikan

Memasuki Tahap Akhir, KKN REGULER UNEJ 2026 di Gadingsari Finalisasi Lima Program Kerja

1985
×

Memasuki Tahap Akhir, KKN REGULER UNEJ 2026 di Gadingsari Finalisasi Lima Program Kerja

Sebarkan artikel ini

Bomdowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Memasuki minggu keempat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Jember (UNEJ) 2026, mahasiswa KKN di Desa Gadingsari, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, memasuki tahap akhir pelaksanaan program kerja. Sejumlah program di bidang digitalisasi desa, pendidikan, pemanfaatan lahan pekarangan, pertanian, dan infrastruktur telah dilaksanakan, sementara beberapa hasil program masih berada pada tahap finalisasi sebelum masa KKN berakhir.

Kegiatan KKN di Desa Gadingsari yang dikoordinasikan oleh Koordinator Desa Steven Kurniawan dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat, serta pihak-pihak lokal. Berbagai program kerja yang telah disusun sejak tahap perencanaan kemudian diwujudkan melalui kegiatan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan Desa Gadingsari.

Example 300x600

Salah satu program yang memasuki tahap akhir adalah RAGA Gadingsari (Ruang Akses Gadingsari), yaitu pengembangan website profil dan layanan digital desa. Website yang dapat diakses melalui https://gadingsari.com/ tersebut dikembangkan untuk menyediakan informasi sekaligus mendukung pelayanan desa secara digital.

BACA JUGA :
Sakera Bondowoso Hadiri Pertemuan Rutin Sakera Situbondo

RAGA Gadingsari memuat sejumlah fitur, di antaranya layanan pengajuan surat secara daring, penyampaian aspirasi masyarakat, berita desa, agenda kegiatan, serta etalase UMKM. Setelah melalui proses pengembangan dan penyempurnaan, hasil akhir website dijadwalkan untuk dipresentasikan kepada perangkat Desa Gadingsari pada Senin mendatang sebelum resmi diluncurkan sebagai salah satu layanan digital desa.

Di bidang pendidikan, program “Ceria Gadingsari” (Cerdas, Edukatif, Ramah, Inklusif, dan Aman) telah dilaksanakan melalui kegiatan edukasi bersama siswa jenjang Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Kegiatan dikemas melalui pembelajaran interaktif dan aktivitas edukatif yang disesuaikan dengan usia peserta didik. Selain menyampaikan materi, mahasiswa juga membangun interaksi langsung dengan siswa melalui kegiatan yang dirancang agar pembelajaran berlangsung secara menyenangkan.

BACA JUGA :
Badan Usaha Sakera Bondowoso Luncurkan Kopi Arabika Ijen Raung, Siap Menembus Pasar Dunia

Pada bidang pemanfaatan lahan pekarangan, program “Segar Gadingsari” (Satu Pekarangan Asri dan Produktif) dilaksanakan melalui praktik pemanfaatan lahan di lingkungan rumah warga. Kegiatan diarahkan pada penanaman tanaman pangan dan tanaman produktif lainnya sehingga lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendukung kebutuhan rumah tangga.

Sementara itu, program “Bio Tani Gading” (Biokonversi Organik untuk Ketahanan Pertanian Gadingsari) dilaksanakan melalui penyuluhan sekaligus praktik pembuatan pupuk organik. Mahasiswa bersama masyarakat memanfaatkan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar, termasuk kotoran sapi sebagai salah satu bahan utama pupuk organik hewani. Proses pengolahan dilakukan melalui tahapan pembuatan hingga fermentasi sebagai bagian dari praktik pengelolaan bahan organik untuk kebutuhan pertanian.

Pada bidang infrastruktur, program “Sigap Gading” (Sistem Informasi dan Gerakan Akses Penanda Gadingsari) dilaksanakan melalui pembuatan dan pemasangan plang penanda wilayah desa. Kegiatan tersebut melibatkan pengrajin kayu lokal serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Mahasiswa turut berpartisipasi dalam proses perancangan desain hingga pemasangan plang di lapangan sebagai upaya menyediakan penanda wilayah yang dapat membantu masyarakat maupun pendatang mengenali lokasi di Desa Gadingsari.

BACA JUGA :
Sempat Dapati Sabotase dan Teror Siber, BEM FKIP Unej Sukses Bedah Pro-Kontra Program MBG

Dengan sebagian besar program kerja telah memasuki tahap pelaksanaan dan penyelesaian, mahasiswa KKN UNEJ 2026 kini berfokus pada finalisasi hasil kegiatan sebelum masa pengabdian berakhir. Tahap akhir tersebut mencakup penyempurnaan hasil program, termasuk persiapan presentasi dan peluncuran RAGA Gadingsari kepada pemerintah desa.

Seluruh rangkaian program yang telah dilaksanakan diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan pemerintah Desa Gadingsari. Setelah masa KKN berakhir, hasil kegiatan yang telah dibangun selama empat minggu diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan desa.