Berita

136 Siswa dan 7 Guru SMP N 5 Rembang Alami Diare, Diduga Keracunan MBG, Bagas: Harus Tanggung Jawab

1589
×

136 Siswa dan 7 Guru SMP N 5 Rembang Alami Diare, Diduga Keracunan MBG, Bagas: Harus Tanggung Jawab

Sebarkan artikel ini
Diduga adanya keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), ratusan siswa dan guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP N) 5 Rembang mengalami gejala sakit perut dan diare. Peristiwa ini langsung mendapat sorotan dari berbagai pihak. Hal tersebut terjadi pada Selasa (6/8/2026)

Rembang, LENSANUSANTARA.CO.ID – Diduga adanya keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), ratusan siswa dan guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP N) 5 Rembang mengalami gejala sakit perut dan diare. Peristiwa ini langsung mendapat sorotan dari berbagai pihak. Hal tersebut terjadi pada Selasa (6/8/2026)

Berdasarkan data sementara, 136 siswa dan 7 guru SMP N 5 Rembang dilaporkan mengalami keluhan yang sama setelah menyantap menu MBG di sekolah.

Example 300x600

Para korban langsung mendapatkan penanganan dari pihak sekolah, puskesmas, dan tim kesehatan setempat. Beberapa di antaranya sempat dirawat jalan dan sebagian lainnya dipantau di rumah.

BACA JUGA :
Ratusan Alat Pertanian di Rembang Dibagikan ke Kelompok Tani, Combi Masih Kurang

Pihak sekolah mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap menu makanan yang disajikan.

BACA JUGA :
Selamat, Seleksi Perangkat Desa Punjulharjo Rembang Sukses, 1 Orang Lolos Seleksi

Kasus ini juga mendapat perhatian dari praktisi hukum. Salah seorang advokat, Bagas Pamenang, menyoroti peristiwa ini pada Kamis (6/8/2026).

Ia meminta agar pemerintah dan pihak terkait segera melakukan audit menyeluruh terhadap rantai penyediaan MBG di Rembang. Mulai dari dapur penyedia, proses distribusi, hingga pengawasan di sekolah.

“Ini menyangkut kesehatan anak-anak. Harus ada transparansi dan tanggung jawab. Jika terbukti ada kelalaian, harus ditindak tegas,” tegasnya.

BACA JUGA :
Sosialisasi dan Pembentukan Tim Pengangkatan Perangkat Desa Punjulharjo Rembang

Hingga saat ini penyebab pasti masih dalam penyelidikan. Dinas Kesehatan Rembang disebut telah mengambil sampel makanan dan muntahan untuk diuji di laboratorium.

Pemerintah daerah diharapkan segera memberikan keterangan resmi agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan orang tua siswa.

(putra)