Religi

Bupati dan Wabup Madiun Salat Idul Adha di Masjid Agung Quba, Salurkan 33 Hewan Kurban

383
×

Bupati dan Wabup Madiun Salat Idul Adha di Masjid Agung Quba, Salurkan 33 Hewan Kurban

Sebarkan artikel ini
Bupati Hari Wuryanto

Madiun, LENSANUSANTARA.CO.ID – Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Purnomo Hadi melaksanakan Salat Idul Adha 1446 H di Masjid Agung Quba Caruban, Kamis (6/6). Salat berjamaah tersebut dipimpin KH Abdul Mujib Fatah, pengasuh Ponpes Bahrurrohim Wonoayu, Pilangkenceng, dan diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD, serta istri pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Hari Wuryanto menyampaikan bahwa peringatan Idul Adha menjadi pengingat pentingnya semangat pengorbanan dan keikhlasan, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim dan Ismail AS. Ia juga menekankan bahwa Idul Adha merupakan momentum untuk meningkatkan solidaritas dan kepedulian antarsesama.

Example 300x600

“Semangat gotong royong dan kepedulian sosial inilah yang harus terus kita rawat demi menciptakan masyarakat yang rukun dan sejahtera,” ujar Hari Wuryanto.

BACA JUGA :
Kades Kebonagung Madiun, Bayar Nazar dengan Hadirkan Niken Salindri dalam Pagelaran Wayang Kulit

Pada momen Idul Adha tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menyalurkan total 33 hewan kurban, terdiri atas 11 ekor sapi dan 22 ekor kambing. Salah satu sapi merupakan bantuan dari Presiden RI yang diserahkan ke Ponpes Subulul Huda, Desa Kembangsawit, Kecamatan Kebonsari.

BACA JUGA :
Tragis, Lansia di Madiun Tewas Tersengat Jebakan Tikus

Sapi kurban lainnya disalurkan ke sejumlah lembaga keagamaan, antara lain Masjid Agung Quba, Masjid Al Basyariah Sewulan, Ponpes Al-Islah Tambakasmas, Masjid Sulaiman Lebak Ayu Sawahan, Ponpes Al Basyariyah Pilangkenceng, Masjid Dempelan, dan Baznas Kabupaten Madiun. Empat ekor sapi disembelih langsung di Pendopo Ronggo Djoemeno.

Sementara itu, 22 ekor kambing disebar ke pondok pesantren, yayasan sosial, masjid, dan musala yang tersebar di Kabupaten Madiun.

BACA JUGA :
Petani di Madiun Tuntut Hak Hasil Jual Tanahnya, Justru Diteror dan Diancam Penjara

Penyaluran daging kurban tahun ini dilakukan dengan pendekatan ramah lingkungan. Pemkab menggunakan besek bambu dan daun jati sebagai wadah pengganti plastik. Daging hasil sembelihan juru sembelih halal (juleha) kemudian disalurkan kepada warga yang membutuhkan, berdasarkan data pengajuan dari masing-masing kecamatan.

“Mudah-mudahan bantuan kurban ini memberi manfaat dan semakin memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat,” pungkas bupati.