Daerah

Belasan Ribu Ton Gula Tak Terserap, Ketua DPRD Magetan Tinjau Langsung Ke Gudang Pabrik

1441
×

Belasan Ribu Ton Gula Tak Terserap, Ketua DPRD Magetan Tinjau Langsung Ke Gudang Pabrik

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Magetan, Suratno saat meninjau gudang gula milik PG Poerwodadie, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan.

Magetan, LENSANUSANTARA.CO.ID – Ketua DPRD Magetan, Suratno, tinjau langsung ke lokasi gudang Pabrik Gula (PG) Poerwodadie Magetan, Menanggapi keluhan petani tebu yang mengaku hasil gula mereka tidak terserap pasar dan masih menumpuk di gudang, Jumat 19/9/2025.

Dari hasil pengecekan di PG Poerwodadie Magetan, tercatat 16 ribu ton gula masih tersimpan di gudang, sementara proses giling tebu masih berlangsung hingga akhir September mendatang.

Example 300x600

“Ini sangat memberatkan petani, dari satu pabrik saja 16 ribu ton di enam gudang dan masih proses giling. Kasian, biaya operasionalnya, angkutannya, menjerit semua yang punya lahan,” ungkapnya

BACA JUGA :
Haul Gubernur Soerjo ke-77 Kembali Digelar, DPRD Magetan : Sebagai Ruang Pembelajaran Sejarah

Menurutnya, kondisi ini membuat petani kian tertekan karena pembayaran hasil panen juga belum diterima penuh. Ia menegaskan, kebijakan impor gula rafinasi justru memperburuk keadaan para petani tebu.

BACA JUGA :
Kapolsek Plaosan Magetan Sosialisasi Operasi Patuh Semeru 2023, Tingkatan Kesadaran Pelajar Berlalulintas

“Untuk masalah gula ini nanti akan disampaikan ke Bupati Magetan, agar Ibu Bupati bisa menyurati Gubernur dan Menteri Perdagangan. Memang kami tidak sepakat adanya impor gula rafinasi, karena pasti berdampak langsung ke petani,” Ujar Suratno.

Suratno menekankan, langkah cepat pemerintah daerah dan pusat sangat dibutuhkan agar gula segera terserap dan petani tidak merugi.

BACA JUGA :
Riyono Caping Salurkan Bantuan Benih Padi dan Jagung Gratis untuk Petani di Magetan

“Permasalahan gula tidak hanya terjadi di Magetan, tetapi juga di wilayah lain di Jawa Timur, bahkan menjadi persoalan nasional. Harapanya pemerintah daerah bersama pusat segera mengambil langkah nyata agar petani tidak semakin merugi,” tegas Suratno.