Berita

Wali Kota Riyanda Putra Resmikan Sentra Tenun Songket Silungkang di Silungkang

0
×

Wali Kota Riyanda Putra Resmikan Sentra Tenun Songket Silungkang di Silungkang

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra meresmikan Sentra Tenun Songket Silungkang di Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, sebagai upaya memperkuat pelestarian sekaligus pengembangan industri tenun songket yang telah menjadi warisan budaya masyarakat secara turun-temurun.29/5/26.

Sawahlunto, LENSANUSANTARA.CO.ID – Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra meresmikan Sentra Tenun Songket Silungkang di Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, sebagai upaya memperkuat pelestarian sekaligus pengembangan industri tenun songket yang telah menjadi warisan budaya masyarakat secara turun-temurun.29/5/26.

Peresmian tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Sawahlunto Susi Haryati, Kapolres Sawahlunto yang diwakili Wakapolres Kompol Riswan Lukpi, Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto Rovanly Abdams, unsur TNI, sejumlah kepala OPD, camat se-Kota Sawahlunto, serta lurah dan kepala desa.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Wali Kota Riyanda Putra menyampaikan bahwa peresmian sentra tenun tersebut awalnya direncanakan sebelum bulan Ramadan. Namun, setelah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, pelaksanaan diundur agar dapat bertepatan dengan momentum banyaknya perantau Silungkang yang pulang kampung.

BACA JUGA :
Puluhan Pedagang Silo Sawahlunto Bentuk Organisasi untuk Perjuangkan Nasib dan Hak Mereka

“Awalnya peresmian direncanakan sebelum puasa, namun setelah mempertimbangkan kondisi dan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, akhirnya kegiatan ini dilaksanakan hari ini karena cukup banyak perantau Silungkang yang pulang, termasuk Ketua Persatuan Keluarga Silungkang (PKS) Jakarta,” ujarnya.

Ia menegaskan, Songket Silungkang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Nagari Silungkang selama lebih dari seratus tahun dan menjadi salah satu pilar utama ekonomi rumah tangga masyarakat setempat.

“Songket Silungkang merupakan bukti pentingnya pelestarian budaya sekaligus menjadi instrumen kejayaan Nagari Silungkang dan daerah sekitarnya. Walaupun ada beberapa daerah lain yang juga memproduksi songket, sebagai masyarakat Sawahlunto kita harus terus membanggakan dan melestarikan Songket Silungkang agar tidak berhenti di masa depan,” katanya.

BACA JUGA :
Personel Pos Pam Muaro Kalaban Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Nataru 2025–2026

Riyanda juga berharap gedung sentra tenun tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan pemasaran songket Silungkang.

Menurutnya, gedung tersebut sebenarnya telah berdiri sejak tahun 2023 dan dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah kota ingin segera mengoperasikannya agar tidak menjadi bangunan terbengkalai.

“Gedung ini dibangun dari dana DAK pusat yang harus kita maksimalkan pemanfaatannya. Semoga gedung ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Sawahlunto ke depannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan sentra tenun tersebut merupakan hasil kolaborasi antara masyarakat dan Pemerintah Kota Sawahlunto dalam upaya memperkuat legitimasi Songket Silungkang sebagai salah satu warisan budaya unggulan Indonesia.

BACA JUGA :
MTsN 2 Kota Sawahlunto Kembali Jadi Pilot Project Zona Integritas 2026, Targetkan Raih WBK

Saat ini, jumlah pengrajin tenun Songket Silungkang tercatat mencapai 1.036 orang. Rata-rata setiap pengrajin mampu menghasilkan dua helai songket dalam satu minggu yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah dan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Sawahlunto.

“Kami mengajak seluruh masyarakat dan sentra tenun di Sawahlunto untuk terus bergandengan tangan memajukan Songket Silungkang. Semoga infrastruktur dan gedung ini dapat meningkatkan produktivitas tenun songket ke depan,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Pemerintah Kota Sawahlunto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pembangunan Sentra Tenun Songket Silungkang tersebut.