Daerah

Warga Keluhkan Limbah Dapur MBG, Pihak SPPG Sebut Drainase Desa Sudimoro Tanggamus Salah Kontruksi

899
×

Warga Keluhkan Limbah Dapur MBG, Pihak SPPG Sebut Drainase Desa Sudimoro Tanggamus Salah Kontruksi

Sebarkan artikel ini
Aliran limbah MBG Desa Sudimoro Bangun Kec Semaka kab Tanggamus,Rabu 15-04-2026. (Foto : Sujanak/Lensa Nusantara)

Tanggamus, LENSANUSANTARA.CO.ID – bukan soal kualitas menu makanan seperti yang sering dikeluhkan para Ibu-Ibu, namun kali ini tentang buruknya sistem tata kelola limbah dapur dari program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Example 300x600

seperti yang terjadi di Pekon/Desa Sudimoro Bangun, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung yang kini menuai protes keras dari warga sekitar.

Cairan limbah dari dapur MBG tersebut mengalir langsung ke-salauran air hujan (Drainase) pemukiman warga yang menimbulkan bau busuk yang menyengat.

Dampak cairan limbah yang bersumber dapur MBG tersebut kini mulai dirasakan warga dan dikawatirkan merusak ekosistem lingkungan dan kesehatan,Padahal, sesuai aturan baku, seluruh pemilik dapur diwajibkan memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai agar sisa produksinya tidak mencemari lingkungan.

BACA JUGA :
Bupati Jember Resmikan Dapur MBG di Tempurejo: Penuhi Gizi Anak, Dorong Ekonomi Daerah

Namun saat dikonfirmas pihak SPPG (Dr Agung) akui adanya limbah SPPG yang menggenang di Drainase milik pekon dan pihaknya juga mengatakan bahwa itu tidak sepenuhnya kesalahan dari SPPG, tetapi kesalahan dari Drainase yang dalam pembuatannya, pihak pemerintah pekon tidak memperhatikan tingkat kemiringannya sehingga air tidak lancar mengalir.

“Iya bang itu limbah SPPG yang mengalir dan yang menggenang di Drainase pekon, tapi itu semua tidak salah kami, itu disebapkan karena pemerintah dalam membuat Drainasenya aja yang tidak memperhatikan kemiringannya, jadi ya menggenang dan bau.”jelasnya” Rabu 15-04-2026

BACA JUGA :
Kapolda Sumut Resmikan SPPG Polres Simalungun, Tekankan Pentingnya Security Food

Dipihak lain Sarkon warga setempat mengatakan, air limbah dari dapur SPPG mengalir ke-saluran Drainase yang menyebabkan bau busuk yang menyengat.

“Semenjak beroperasi nya Satuan SPPG itu kami merasa sangat terganggu dan hawatir dengan adanya cairan limbah yang mengalir ke-saluran air hujan milik kami dan kami sudah berapa kali menegur pihak pengelola SPPG bahkan kami warga disini sudah tiga (3) kali mengadakan musyawarah dengan mengundang pihak SPPG tetapi tidak datang”jelasnya

kami berharap kepada pihak SPPG atau Satgas MBG untuk turun agar mengehtahui yang di alami warga dampak dari limbah dapur MBG ,” pungkasnya.

BACA JUGA :
Sebanyak 236 Pelamar ke SPPG Sindangwangi Pangandaran, 184 Lolos Administrasi

Ditempat yang sama Sismanto Ketua Rukun Tetangga (RT) Dusun 5(lima) Pekon/Desa Sudimoro Bangun mengatakan upaya warga untuk mengantisipasi pencemaran limbah dan bau yang menyengat yang dihawatirkan akan berdampak pada kesehatan warga,beberapa warga membendung Drainase menggunakan karung berisi pasir agar air limbah dapur MBG tidak mengalir lebih banyak kepemukiman warga.

“Semalam kami untuk mengantisipasi meluasnya pencemaran limbah tersebut kami berinisiatif membendung dengan karung berisi pasir bang,”jelaslnya

“sebenarnya kami mendukung program ini, tapi kalau dampaknya air limbah dapur MBG menimbulkan bau busuk dan sangat mengganggu, tentu warga keberatan.”tambahnya”. (Sujanak)