Daerah

Diduga Keracunan MBG, Enam Murid TK di Jember Opname

1112
×

Diduga Keracunan MBG, Enam Murid TK di Jember Opname

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi Diduga Keracunan MBG, Kamis (21/5/2026).

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Sedikitnya 18 murid taman kanak-kanak (TK) salah satu di Kabupaten Jember diduga mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan data Satgas MBG Kabupaten Jember hingga malam hari, Rabu (21/5/2026) empat anak harus menjalani perawatan inap di Rumah Sakit Kaliwates. Sementara satu anak dirawat di Puskesmas Kaliwates dan satu lainnya di Puskesmas Jember Kidul. Adapun korban lainnya menjalani rawat jalan.

Example 300x600

Makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mitra Kaliwates 7 yang berlokasi di Jalan Teratai, Kecamatan Kaliwates, Jember.

BACA JUGA :
Balita Terserang DBD, Kades Kemuningsari Jember Lakukan Fogging

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jember sekaligus Kepala Satgas MBG, Achmad Imam Fauzi, mengatakan pihaknya akan mengambil langkah tegas menyikapi insiden tersebut.

BACA JUGA :
SPPG Sindangwangi "Bungkam" Saat Dikonfirmasi Terkait Pengelolaan Limbah Minyak Goreng

“Satgas akan tegas meminta penutupan SPPG tersebut,” kata Achmad Imam Fauzi dalam keterangan.

Ia menjelaskan, SPPG tersebut sebelumnya juga kerap mendapatkan peringatan karena beberapa kali masuk dalam kanal pengaduan masyarakat “Wadul Guse”.

Selain itu, Satgas MBG akan menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi dapur penyedia makanan MBG di sejumlah kecamatan di Jember.

BACA JUGA :
Tak Tersentuh Program 20 Tahun, Melalui TMMD Ke-124 Jalan Dusun Plalangan di Paving

“Satgas lewat jaringan institusi di dalamnya akan proaktif turun mengecek kondisi dapur di kecamatan,” ujarnya.

Bupati Jember Muhammad Fawait juga menyesalkan kejadian tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada korban maupun orang tua murid,” kata Fauzi.

Pemerintah Kabupaten Jember berharap, insiden dugaan keracunan makanan MBG itu menjadi yang terakhir terjadi di kabupaten Jember.