Daerah

Ayam Suwir Diduga Picu Keracunan MBG di Jember, Satgas Temukan Dapur SPPG Kaliwates Belum Standar BGN

9914
×

Ayam Suwir Diduga Picu Keracunan MBG di Jember, Satgas Temukan Dapur SPPG Kaliwates Belum Standar BGN

Sebarkan artikel ini
SPPG Al Mubarok Kaliwates, Kamis (21/5/2026).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat selaku Ketua Harian Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jember, Indra Tri . Purnomo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliwates Al Mubarok di Jalan Teratai, Kecamatan Kaliwates, Kamis (21/5/2026).

Sidak dilakukan sebagai tindak lanjut dugaan keracunan makanan yang dialami 18 siswa PAUD dan TK setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (20/5/2026).

Example 300x600

Korban berasal dari sejumlah lembaga pendidikan di Kecamatan Kaliwates, yakni TK Raudlatul Tulab Jalan Gajah Mada 31, TK Hidayatullah Mubtadiin Jalan Teratai, PAUD Aster 29, dan TK Kuncup Bunga.

“Kami dari Satgas MBG Kabupaten Jember turun langsung terkait peristiwa keracunan di SPPG Tiga Kaliwates,” kata ujar Indra saat ditemui di lokasi.

Dari hasil peninjauan awal, Satgas menemukan sejumlah aspek dapur belum memenuhi standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Temuan itu menjadi perhatian utama tim pemeriksa.

BACA JUGA :
Bupati Jember Gus Fawait Meresmikan Klinik NU Pertama, Ini Harapannya

“Untuk standarisasi dapur memang masih kurang dari yang diharapkan oleh BGN,” ujarnya.

Satgas memastikan sampel makanan sudah diamankan oleh Dinas Kesehatan dan BPOM untuk kepentingan uji laboratorium. Hasil pemeriksaan masih ditunggu.

“Ada dua jenis makanan ayam suwir. Yang satu bermasalah, yang satunya tidak ada masalah,” ucapnya.

Menurut Indra, menu yang diduga memicu keracunan dikonsumsi siswa PAUD dan TK. Sementara distribusi makanan untuk jenjang SMP disebut tidak ditemukan keluhan.

“Satgas MBG merekomendasikan operasional dapur SPPG dihentikan sementara sambil menunggu hasil laboratorium keluar. Namun keputusan akhir berada di tangan BGN,” menurutnya.

Kami hanya merekomendasikan suspend. Kewenangan penutupan atau tindak lanjut sepenuhnya ada di BGN.

“Seluruh hasil pemeriksaan dari Dinas Kesehatan, BPOM, hingga tim pengawas akan disatukan dalam laporan resmi kepada BGN,” tambah indra.

BACA JUGA :
BPJS Ketenagakerjaan Jember Gencar Sosialisasikan Jamsostek Mobile (JMO)

Ia berharap kejadian tersebut menjadi evaluasi bagi seluruh SPPG di Jember agar standar kebersihan, bangunan, hingga instalasi pengolahan limbah benar-benar diperhatikan.

“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi. Semua standar kualitas dan kebersihan harus dipenuhi,” tandasnya..

Sementara itu, Staf KPPG Jember, Ishomudin, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan korwil dan korcam setempat sesuai petunjuk teknis yang berlaku.

“Laporan juga sudah naik. Untuk sementara pasti diberhentikan sampai hasil uji makanan keluar. Kemudian fasilitas diperbaiki, baru nanti silakan laporan kembali untuk operasional,” ujarnya.

Samudin mengungkapkan, ada sejumlah catatan dalam hasil inspeksi, di antaranya penggunaan alat penyaring lemak yang seharusnya berbahan stainless steel ditemukan menggunakan besi mudah berkarat.

Selain itu, pemantauan suhu ruang pengolahan makanan, penyimpanan bahan baku di gudang basah dan gudang kering, hingga sistem pengolahan limbah juga menjadi perhatian.

“Untuk sumber air sudah full dari PDAM, dan IPAL juga sudah ada,” katanya.

BACA JUGA :
Kepala Kantah Jember Pimpin Sidang GTRA, Penetapan Subyek dan Obyek Redistribusi Tanah di Desa Kaliwining

Di tempat terpisah, Guru PAUD Aster 29, Naila, mengatakan dua murid di lembaganya mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG berupa ayam suwir bumbu kemangi dan tahu krispi.

“Satu itu langsung dibawa ke puskesmas. Yang satunya sempat diantisipasi di rumah karena ibunya perawat, tapi karena muntah terus dan lemas akhirnya malam dibawa ke RS Kaliwates,” ujarnya.

Menurut Naila, murid yang menghabiskan makanan justru mengalami gejala lebih berat dibanding siswa lain yang menyisakan makanan.

“Sebelum diberikan ke siswa, kami sempat menyarankan orang tua mencicipi dulu. Kebetulan makanan MBG kemarin rasanya agak ayep,” katanya.

Ia menyebut, kedua siswa tersebut mengalami diare sepulang sekolah dan bukan hanya berasal dari lembaganya saya saja yang lembaga lain juga mengalami gejala serupa.

“Satu masih dirawat di RS Kaliwates dan satu lagi rawat jalan,” pungkasnya.