Pemerintahan

DPRD Blitar Soroti Layanan Inklusif, Komisi IV Tinjau Pembinaan Anak Berkebutuhan Khusus di Garum

1082
×

DPRD Blitar Soroti Layanan Inklusif, Komisi IV Tinjau Pembinaan Anak Berkebutuhan Khusus di Garum

Sebarkan artikel ini

Blitar, LENSANUSANTARA.CO.ID – Upaya menghadirkan layanan sosial yang inklusif bagi anak berkebutuhan khusus menjadi perhatian DPRD Kabupaten Blitar. Komisi IV melakukan kunjungan kerja ke Rumah Latih Dinas Sosial di Kecamatan Garum, Jumat (17/4/2026), untuk melihat langsung kualitas layanan sekaligus memastikan program pembinaan berjalan efektif.

Kunjungan ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan legislatif, khususnya pada sektor sosial yang menyentuh kelompok rentan. DPRD ingin memastikan bahwa layanan yang diberikan tidak hanya tersedia, tetapi juga benar-benar sesuai dengan kebutuhan anak dan keluarga mereka.

Example 300x600

Di lokasi, rombongan meninjau berbagai aktivitas pembinaan, mulai dari terapi dasar, pendampingan belajar, hingga pelatihan keterampilan yang dirancang untuk mendukung kemandirian anak. Interaksi antara tenaga pendamping dan peserta juga menjadi perhatian, mengingat pendekatan personal dinilai sangat menentukan keberhasilan program.

BACA JUGA :
DPRD Kabupaten Blitar Gelar Rapat Paripurna dengan Agenda Penyampaian Penjelasan Bupati tentang KUA-PPAS

Selain kegiatan pembinaan, DPRD turut mencermati kesiapan fasilitas, seperti ruang terapi, alat bantu pembelajaran, serta ketersediaan tenaga profesional. Dari hasil peninjauan, masih terdapat sejumlah aspek yang dinilai perlu penguatan, terutama dalam hal penambahan sumber daya manusia dan peningkatan sarana pendukung.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Sugeng Suroso, menegaskan bahwa layanan bagi anak berkebutuhan khusus tidak boleh dipandang sebagai program pelengkap, melainkan bagian penting dari tanggung jawab pemerintah daerah.

BACA JUGA :
DPRD Kabupaten Blitar Dorong Pelestarian Tradisi Jamasan Gong Kyai Pradah

“Anak-anak ini memiliki hak yang sama untuk berkembang. Karena itu, layanan yang diberikan harus benar-benar berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan kolaboratif dalam penyelenggaraan layanan sosial. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan tenaga profesional dan dukungan keluarga.

“Peran keluarga sangat penting. Begitu juga dengan tenaga pendamping yang kompeten. Semua harus berjalan bersama agar hasilnya optimal,” tambahnya.

DPRD mencatat sejumlah kebutuhan yang akan menjadi bahan pembahasan lanjutan, termasuk peningkatan kapasitas tenaga pendamping serta penguatan fasilitas terapi. Langkah ini dinilai penting agar layanan dapat menjangkau lebih banyak anak dengan kebutuhan yang beragam.

BACA JUGA :
DPRD Kabupaten Blitar Tekankan Pentingnya Tindak Lanjut Evaluasi MCSP dan SPI 2025

Hasil kunjungan ini akan dibawa ke forum internal DPRD untuk ditindaklanjuti dalam bentuk rekomendasi kebijakan, termasuk kemungkinan penguatan dukungan anggaran.

Dengan pengawasan yang lebih intensif, DPRD Kabupaten Blitar berharap layanan bagi anak berkebutuhan khusus terus berkembang, tidak hanya dari sisi jumlah penerima manfaat, tetapi juga kualitas pembinaan yang diberikan. Fokus utamanya jelas: memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang setara untuk tumbuh dan berkembang.