Nasional

Tembus Celah Badan Independen Pemerintah Federal AS, Dua Hacker Muda Asal Banjarnegara Dapat Penghargaan dari NASA

1007
×

Tembus Celah Badan Independen Pemerintah Federal AS, Dua Hacker Muda Asal Banjarnegara Dapat Penghargaan dari NASA

Sebarkan artikel ini
Lindan dan Vanda peraih sertifikat NASA serius saat memperlihatkan keahliannya, Kamis, 23/4/2026. Foto : (Gunawan/Lensa Nusantara).

Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Di zaman serba teknologi saat ini, terutama dibidang computer, banyak para ilmuwan di beberapa belahan dunia, seperti Jepang, Amerika Serikat, China, Rusia, hingga Indonesia berlomba-lomba untuk menciptakan seorang ilmuwan, terutama dalam dunia siber, dengan tujuan agar sistem keamanan negara maupun tidak mudah di jebol oleh para hicker yang saat ini menjadi ancaman.

Seolah tidak mau kalah dengan para ahli tertanam IT di Indonesia maupun negara lain, di Kabupaten Banjarnegara, dua siswa SMKN 1 Kecamatan Susukan, telah melahirkan seorang calon ilmuwan, Lindan Tri Saputra dan Vanda Dwi Aprilianto, warga Desa Kemranggon dan Desa Kedawung, namanya saat ini mengguncang dunia siber internasional, setelah keduanya berhasil menemukan celah keamanan (vulnerability) pada situs web badan antariksa Amerika Serikat, NASA.

Example 300x600

Tidak tanggung-tanggung, keduanya berhasil mendapatkan Letter of Appreciation atau sertifikat penghargaan resmi dari NASA melalui program Vulnerability Disclosure Program (VDP).

BACA JUGA :
Akibat Hujan Lebat Disertai Angin Ribut, Pohon Mahoni Tumbang Menimpa Rumah Warga di Banjarnegara

Dalam wawancara, Lindan dan Vanda mengaku, terjun mempelajari dunia cyber security sejak tahun 2021 lalu, namun hebatnya keahlian yang mereka miliki tidak didapatkan dari bangku sekolah formal, melainkan dipelajari secara otodidak melalui YouTube, Google, dan membaca laporan-laporan dari para pakar ethical hacking.

“Awal mempelajari itu saya penasaran dengan dunia penetration testing dan bug bounty, kami menggunakan teknik yang disebut Google Dorking, kami tidak menggunakan sandi sama sekali, hanya kata-kata khusus di mesin pencari, tanpa perlu masuk ke dashboard admin, bisa mengambil data sensitif milik NASA yang bersifat privasi,” jelas Lindan, saat ditemui dalam acara Bimtek Siber Tim Banjarnegarakab CSIRT yang diadakan Kominfo, Kamis, (23/4/2026).

Meskipun begitu, aksi yang mereka lakukan bukanlah bentuk kejahatan siber, Vanda menjelaskan bahwa mereka mengikuti jalur resmi yang disediakan oleh perusahaan-perusahaan besar dunia untuk menguji infrastruktur digital mereka secara legal.

BACA JUGA :
‎Ruwetnya Syarat Sistem Penerimaan Siswa Baru Tahun 2025, Banyak Pendaftar di Banjarnegara Tergeser

“Ini ada wadahnya, namanya Bugcrowd, Perusahaan di seluruh dunia mendaftarkan diri untuk dites keamanannya, jika valid kita akan diberikan apresiasi, di NASA kami mendapatkan sertifikat penghargaan,” tambah Vanda.

Bagi keduanya, menjadi seorang Penetration Tester adalah cara untuk membantu sistem menjadi lebih aman, dengan menemukan celah lebih awal, risiko serangan siber yang merugikan di masa depan dapat diperbaiki sejak dini.

Prestasi ini mendapat apresiasi dari Pemkab Banjarnegara, Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali Lc, merasa bangga atas pencapaian kedua siswa tersebut yang telah mengharumkan nama daerah di kancah global.

“Ini sangat menggembirakan, di era transformasi digital ini, anak-anak muda kita dari Banjarnegara siap menjadi seorang petarung di bidang IT, meski dengan sarana prasarana sederhana, mereka membuktikan mampu berprestasi,” ungkap Wakhid Jumali.

BACA JUGA :
Halal Bihalal dan Penambahan Jam Komandan, Dandim 0704 Banjarnegara Titip Pesan Ini Kepada Jajarannya

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Banjarnegara, Sagiyo S.IP, berharap kehadiran Lindan dan Vanda dalam kegiatan Bintek CSIRT (Computer Security Incident Response Team) dapat menginspirasi warga lainnya, terutama anak muda.

“Kami ingin menjadikan momen ini sebagai wadah edukasi bagi warga Banjarnegara mengenai pentingnya keamanan data dan informasi,” kata Sagiyo.

Meski telah mengantongi penghargaan internasional, Lindan dan Vanda tetap rendah hati, ternyata di balik cita-cita besar mereka adalah untuk menjadi ahli cyber security profesional, namun terselip kekhawatiran mengenai biaya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah.

Namun, semangat mereka tidak surut. Melalui komunitas internasional yang mereka ikuti, keduanya terus mengasah kemampuan teknis sekaligus memperlancar bahasa Inggris demi mengejar mimpi menjadi garda terdepan keamanan siber Indonesia. (Gunawan).