Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Merasa di khianati oleh Kepala Desa Purwasaba Welas Yuni Nugroho dalam kasus pencurian ayam yang terjadi sekitar 2020 lalu yang akhirnya menanggung beban berat dipenjara, Wawan Sudibyo (Wawan Kasmo), warga Cilongok, Kabupaten Banyumas, mendatangi kerumah Kades Hoho pada Selasa, (16/6/2026) kemarin untuk menuntut keadilan menagih janji yang pernah dibuatnya.
Kepada wartawan dirinya mengungkapkan, kedatangan dirinya kerumah Kades Hoho awalnya hanya ingin bersilaturahmi dan menagih janji yang diberikan saat dirinya disuruh merekayasa pencurian ayam untuk tidak menyebut dalang dibalik kasus pencurian tersebut.
“Sekitar 5 jam saya menunggu Kades Hoho dirumahnya, tapi dia tidak berani menemui saya, dan saya tahu dia ngintip di jendela, saya datang pukul 10.00 WIB pagi sampai pukul 15.00 WIB sore, padahal saya datang baik-baik, cuma ingin menagih janji dia saat saya di penjara,” ungkap Wawan Kasmo kepada wartawan saat ditemui, Rabu, (17/6/2026).
Kasmo yang mengaku dipenjara selama 2 tahun dan keluar penjara pada 2022 lalu akibat membela Kades Hoho yang disebut sebagai dalang utama dalam pencurian ayam dirumah Slamet yang masih warga Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara tersebut juga membeberkan awal terjadinya pencurian ayam.
“Awalnya waktu itu dirumah Kades Hoho lagi kumpul untuk bikin tatto, saya sama Bima dipanggil dan disuruh mencuri burung, karena waktu itu tidak ada, akhirnya mengambil ayam, saat mengambil yang pertama tidak kepergok dan suruh ngambil lagi akhirnya empat, dan yang kedua baru ketahuan pemilik rumah, saya lari lompat ke jurang sekitar 4 meter dan mobil yang saya pakai untuk mencuri saya tinggal, saat itu dirinya bilang ingin menghancurkan orang-orang yang tidak mendukungnya saat Pilkades dan kebetulan Pak Slamet itu rivalnya,” ungkap Kasmo.
Ditanya terkait perjanjian yang pernah diberikan Kades Hoho terhadap dirinya, yang akhirnya menanggung kasus tersebut di jeruji besi selama dua tahun sendirian, Kasmo dengan wajah sendu membeberkan dengan gamblang.
“Saat saya awal di periksa dia datang menemui saya diruang Resmob Polres Banjarnegara, disitu dirinya mengatakan jangan menyebut namanya, dan saya dijanjikan kaan diberikan mobil Honda Jazz, dan setiap bulan akan mentransfer uang untuk keluarga saya, ternyata sampai saya keluar dan bapak saya meninggal sepeserpun tidak ada, sampai keluarga saya sumpahi Kades Hoho, karena sudah membuat keluarga saya hancur dan juga saya diceraikan istri, terutama adik saya sampai sekarang tidak terima,” beber Kasmo.
Adanya video yang viral di media sosial, yang menunjukan dirinya menantang Kades Hoho untuk duel bebas diatas ring, Kasmo mengaku sengaja dibuat karena selama ini dirinya kecewa setelah menjalani penjara dua tahun penjara dirinya sama keluarganya ternyata bohongi.
“Sebagai bentuk kekecewaan saya, karena sudah menghancurkan hidup saya, keluarga saya dan terutama bapak saya yang meninggal saat saya di penjara, sampai saya tidak tahu, karena selain itu syaa juga pernah disuruh mencuri bebek disungai saat itu Kades Hoho masih pakai pakaian dinas keki, makanya sampai sekarang keluarga saya sakit hati, dan saya menyesal sekali membela arang salah, makanya kalau Kades Hoho tidak memenuhi janjinya saya tagih melalui tarung bebas di ring, sama saya anak kecil Maska tidak berani dibandingkan dengan Pak Kades dengan wawasan besar tidak berani,” sesal Kasmo.
Setelah adanya video yang viral tersebut, lantas apakah Kades Hoho berani menerima tantangan Wawan Kasmo untuk duel diatas ring, seperti saat melawan Peci merah, kita akan tunggu jawabannya. (Gunawan).














