Pemerintahan

Bupati Jember Hadiri Konferensi Pendidikan Indonesia 2026, Bawa Gagasan Kemajuan Pendidikan

2129
×

Bupati Jember Hadiri Konferensi Pendidikan Indonesia 2026, Bawa Gagasan Kemajuan Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Gus Fawait Tampak di Tengah Hadiri Konferensi Pendidikan Indonesia, Jum'at (3/7/2026).(Foto: istimewa/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait alias Gus Fawait mengikuti Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 di Sleman pada 2 Juli 2026. Forum itu menjadi ruang bertukar gagasan soal tantangan pendidikan di tengah disrupsi digital.

Hadir bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Wakil Menteri Dalam Negeri, Gus Fawait berdiskusi banyak hal. Mulai dari transformasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi, hingga penguatan ekonomi kreatif sebagai bekal generasi masa depan.

Example 300x600

“Banyak gagasan yang saya bawa pulang sebagai semangat untuk terus mendorong kemajuan pendidikan di Kabupaten Jember,” ucap Gus Fawait Jum’at (3/7/2026).

BACA JUGA :
Maki Jatim Gelar Festival Kopi dan Tembakau, Gus Fawait: Jember Surganya Kopi Indonesia dan Cerutu Mendunia

Di sela agenda resmi, Gus Fawait menyempatkan diri mampir ke Universitas Gadjah Mada. Kampus itu merupakan tempatnya menempuh pendidikan S2.

BACA JUGA :
Wapres RI Ma'ruf Amin Kunker Donasi Program Stunting di PT Semen Imasco Asiatic Jember

“Suasananya masih terasa syahdu. Meski banyak sudut yang kini telah berubah, kenangan yang tersimpan di tempat ini tetap terasa begitu dekat,” katanya.

UGM disebutnya sebagai tempat belajar, bertumbuh, dan menempa diri. Lebih dari itu, kampus tersebut punya makna personal.

BACA JUGA :
Peringatan Harhubnas 2024, Bupati Hendy: Jember Dapat Penghargaan Presiden RI Wahana Tata Nugraha

Di tempat ini pula saya pertama kali mengenal Ning Githa, istri tercinta, yang hingga hari ini setia menjadi teman seperjalanan dalam setiap langkah kehidupan,” ungkapnya.

“Konferensi tersebut diharapkan menjadi rujukan Pemkab Jember untuk merumuskan kebijakan pendidikan yang adaptif dengan era digital dan ekonomi kreatif,” tuturnya.