Pemerintahan

Delegasi Jinhua Datang ke Jember, Akademisi UB: Kepemimpinan Gus Fawait Jadi Magnet Mitra Global

1869
×

Delegasi Jinhua Datang ke Jember, Akademisi UB: Kepemimpinan Gus Fawait Jadi Magnet Mitra Global

Sebarkan artikel ini
Bupati Jember Gus Fawait Tampak di Tengah, Jum'at (5/6/2026).(Foto: Istimewa/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Langkah taktis Pemerintah Kabupaten Jember dalam menjajaki kerja sama internasional dengan Pemerintah Kota Jinhua, China, mendapat apresiasi positif dari kalangan akademisi, Jum’at (5/6/2026).

Kunjungan resmi utusan dari Negeri Tirai Bambu ke Pendapa Wahyawibawagraha pada Selasa malam (2/6/2026) dipandang sebagai bukti nyata bahwa Jember kian diperhitungkan di panggung global.

Example 300x600

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, Irfan Kharisma Putra, mengemukakan bahwa daya tarik sebuah daerah tidak hanya bertumpu pada kekayaan potensi semata. Namun, pada kemampuan pemimpinnya dalam memikat atensi dunia luar.

BACA JUGA :
Kabupaten Jember Ikuti Verifikasi Lapangan Hybrid, Evaluasi KLA Tahun 2023

Menurut Irfan, kehadiran delegasi asing ini menjadi momentum pembuktian bahwa citra Jember telah bergeser. Wilayah ini tidak lagi sekadar dipandang sebagai daerah rural yang identik dengan komoditas tembakau atau pusat edukasi regional. Namun, Jember telah bertransformasi menjadi magnet investasi baru.

Jember kini menawarkan prospek cerah di berbagai lini strategis. Mulai modernisasi sektor agraris, industri kreatif, pariwisata, hingga kesiapan kualitas ketenagakerjaan yang kompetitif.

Lebih lanjut, akademisi FIA UB ini menyoroti performa impresif Bupati Jember, Gus Fawait, dalam memimpin forum diplomasi tersebut. Dia menilai, Gus Fawait menunjukkan kapasitas komunikasi bilateral yang sangat matang dan penuh percaya diri, baik dari segi retorika maupun representasi sikap.

BACA JUGA :
Bertepatan 17 Agustus 2025, Bandara Notohadinegoro Layani Penerbangan Langsung Jakarta - Jember

“Secara sosiologi komunikasi, gestur nonverbal yang diperlihatkan seperti ketegasan sikap dan pembawaan yang lugas mengirimkan pesan kuat bahwa Jember memposisikan diri secara setara. Tidak ada kesan inferior,” urai Irfan.

Sikap konfiden tersebut dinilai krusial untuk menegaskan bahwa penjajakan Sister City ini didasari atas prinsip mutualisme. Jember memposisikan diri sebagai rekan strategis yang siap bertumbuh bersama, bukan sebagai pihak yang pasif.

BACA JUGA :
Konflik Lembaga SDN Kepatihan 2 Jember KS dan Guru Tidak Harmonis, Wali Murid Diancam!! Ada Apa…?

Irfan menambahkan, realisasi kerja sama lintas negara sering kali tidak sekadar mengacu pada kalkulasi data ekonomi di atas kertas. Faktor penentu yang kerap dilihat oleh pemodal dan mitra internasional adalah karakter kepemimpinan lokal yang berani, adaptif, serta responsif.

“Kehadiran pola kepemimpinan yang berorientasi pada hasil nyata seperti ini diyakini mampu mengakselerasi modernisasi tata kelola birokrasi di Jember sekaligus menaikkan kelas daerah di mata internasional,” tuturnya.