Daerah

Gus Fawait Ungkap Alasan Jember Warna Pink, Ternyata Branding Identitas Daerah

2144
×

Gus Fawait Ungkap Alasan Jember Warna Pink, Ternyata Branding Identitas Daerah

Sebarkan artikel ini
Jalan R.A Kartini Jember Street Food, Kamis (3/9/2026).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Warna merah muda atau pink yang kini menghiasi sejumlah fasilitas dan bangunan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ternyata tidak sekadar pilihan estetika.

Bupati Jember Muhammad Fawait ingin warna tersebut berkembang menjadi identitas atau branding Kabupaten Jember yang dapat bertahan dalam jangka panjang, bahkan ketika kepemimpinan daerah telah berganti.

Example 300x600

Hal itu disampaikan Gus Fawait, sapaan akrab Muhammad Fawait, dalam podcast Wadul Gus’e bertajuk “Millennial vs Gen Z”, Selasa (1/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul pertanyaan dari salah seorang tamu undangan mengenai penggunaan warna pink yang belakangan banyak terlihat pada sejumlah bangunan milik Pemkab Jember.

Gus Fawait menjelaskan, penggunaan warna pink sejak awal memang diarahkan untuk membangun identitas Kabupaten Jember. Menurutnya, sejumlah daerah lain juga memiliki warna yang sudah melekat sebagai bagian dari identitas daerah.

BACA JUGA :
Bupati Jember Kukuhkan Forum Ponpes dan Guru Ngaji, Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

“Ia mencontohkan Malang yang identik dengan warna biru dan Surabaya dengan warna hijau,” sebutnya.

Namun, Gus Fawait menegaskan bahwa warna pink di Jember tidak dimaksudkan untuk merepresentasikan partai politik, agama, golongan, maupun organisasi kemasyarakatan tertentu.

“Tidak ada partai warna pink, tidak ada agama yang identik dengan warna pink, tidak ada golongan atau ormas yang warna pink,” ujar Gus Fawait.

Menurutnya, membangun sebuah branding daerah membutuhkan proses panjang serta konsistensi. Identitas sebuah daerah tidak mungkin langsung dikenal masyarakat hanya dalam waktu singkat.

Gus Fawait kemudian mengibaratkan proses tersebut seperti membangun sebuah merek produk. Sesuatu yang awalnya dianggap tidak biasa, kata dia, bisa menjadi familiar dan dikenal masyarakat apabila terus dibangun secara konsisten.

BACA JUGA :
Kabar Baik, Pemkab Jember Hapus Denda Pajak Daerah Hingga Desember

“Karena itu, ia ingin konsep serupa diterapkan terhadap penggunaan warna pink di Jember. Kalau kita konsisten, kita pakai warna pink, kita bangun branding,” ungkapnya.

Gus Fawait juga menyebut warna pink kini mulai dikaitkan dengan Kabupaten Jember. Bahkan, ia mengaku pernah mendengar seorang mantan Presiden Republik Indonesia mengaitkan warna merah muda dengan Jember.

“Bahkan mantan presiden juga menyampaikan, pink-Jember. Ini pink, ini Jember, ya?” ujar Gus Fawait menirukan pernyataan tersebut.

Kata Gus Fawait, bahwa identitas daerah seharusnya tidak bergantung pada siapa kepala daerah yang sedang menjabat.

Menurutnya, masa jabatan seorang bupati memiliki batas waktu. Karena itu, branding yang sudah dibangun diharapkan dapat terus berlanjut apabila dinilai positif oleh masyarakat.

BACA JUGA :
Gunakan Sapu Lidi, Bupati Jember Bersih-bersih di Pasar Tanjung

“Maksimal 10 tahun, itu pun kalau menjabat lagi. Harapan saya nanti karena tidak identik dengan partai, ini terus bisa berlangsung,” katanya.

Ia pun optimistis kepala daerah berikutnya akan mempertahankan identitas tersebut selama masyarakat melihatnya sebagai sesuatu yang positif bagi Jember.

Gus Fawait mengajak masyarakat untuk tidak selalu memandang pergantian kepemimpinan dengan prasangka negatif. Menurutnya, kebijakan atau identitas yang memberikan dampak positif bagi daerah seharusnya dapat diteruskan oleh pemimpin berikutnya.

“Saya yakin bupati setelah kita, kita enggak usah berpikir negatif selalu. Harus kita optimistis. Selama itu positif, pasti akan diteruskan oleh mereka,” tuturnya.