Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Kemeriahan karnaval dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81 di Desa Kertayasa, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, begitu meriah. Dengan di ikuti 31 peserta, meskipun mengambil rute lebih panjang dibandingkan tahun 2025 lalu, namun antusiasme sekitar 3000 masyarakat berbagai usia begitu menggelora.
“Kali ini memang sengaja rute kita alihkan ke wilayah Bantar wetan, tengah dan barat, yaitu Kertayasa bagian Utara, kalau tahun kemarin Selatan, hal ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan, pemerataan dan keadilan masyarakat, ini sudah tradisi sejak dulu untuk gantian memang,” ungkap Kades Wawan, Minggu, (23/8/2026).
Seolah ingin menyatu bersama masyarakat, meskipun cuaca begitu panas, dalam karnaval tersebut Kades Wawan bersama istrinya sengaja berjalan kaki.
“Biar sama-sama merasakan capek bareng masyarakat, masak masyarakat suruh jalan kaki, kita naik mobil, kan tidak enak juga, kalau semua jalan kaki kan bisa langsung bercengkrama dengan peserta dijalan, capek satu capek semua, penting tetap semangat terus,” jelas Kades Wawan.
Dalam pantauan wartawan, selain para peserta menampilkan beberapa kreatifitasnya demi menampilkan yang terbaik seperti pakaian adat, tokoh mak lampir, hingga pembuatan replika burung Garuda, juga ada juga beberapa yang berpakaian zaman penjajahan.
“Tema karnaval Kemerdekaan masing-masing peserta yang menentukan sendiri, mau buat apa itu terserah dari masing-masing peserta, karena yang dinilai itu banyak tadi, seperti apresiasi, penampilan, perfomance nya bagaimana sama kekompakan, memang kalau karnaval kategorinya banyak,” tambah Kades Kertayasa.
Usai mengikuti karnaval, acara yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, para peserta langsung di hibur dengan penampilan kesenian kuda kepang yang selama ini menjadi kesenian budaya di Kabupaten Banjarnegara.
“Ini hiburan tambahan, agar kemeriahan Kemerdekaan RI ke-81 tambah meriah, apalagi setelah masyarakat panas-panasan, dengan adanya hiburan kuda kepang atau ebek, sambil istirahat bisa menonton pertunjukan kuda kepang atau ebek,” pungkas Kades Wawan.














