Rembang, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pengembangan pariwisata berbasis desa semakin menjadi perhatian sebagai strategi utama dalam meningkatkan perekonomian lokal. Salah satu model yang banyak diterapkan adalah melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang bertugas mengelola dan mengembangkan destinasi wisata di tingkat desa.
Seperti yang dilakukan BUMDes Karya Mulya Lestari (KML), Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dalam mengembangkan Objek Wisata di Sawah Ondo (Sahondho) serta dampaknya terhadap ekonomi desa.
Meskipun memberikan kontribusi positif, seperti halnya teknisi BUMDes KML, Wiyoto warga Desa Sendangmulyo RT 01/01 Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, sudah menanam ratusan pohon untuk memperkuat pertahanan tanah dan melestarikan mata air dan menghijaukan kembali.
Wiyoto mengungkapkan kawasan wisata Sahondho sudah dirintis sejak tahun 2017, namun sejak tiga tahun yang lalu merintis mengembangkan wisata di Sahondho ini, salah satunya dengan menanam pohon Cemara. “Masih menurutnya ada beberapa tanaman yang ditanam di Sahondho, diantara, pohon Cemara Laut, Pule, Ketapang Cendana dan masih ada beberapa jenis pohon yang sudah ditanam”, terangnya kepada wartawan, Kamis (11/12/2025) sore.
Bersama teman teman pengiat, kawasan wisata yang berlokasi di Desa Sendangmulyo, kami beri nama Wisata Sahondho.
Menurut cerita orang tua terdahulu, warga asli desa Sendangmulyo, Sluke, Sahondho sendiri artinya Sawah Ondo. “Dengan adanya pengembangan wisata di Sahondho, kita yakin, Insyaallah prospek, teman teman harus saling mendukung, Insyaallah prospek sekali mas,” bilangnya
Wiyoto berharap, pertama kita mulai dari awal dari nol, ya mas, tidak punya modal besar untuk ini,” ujarnya. Kita mengharap dari dinas terkait untuk ikut melihat situasi disini (Sahondho red), biar nantinya wisata ini bisa menjadi destinasi wisata di desa Sendangmulyo, Kecamatan Sluke.
Sementara itu ditempat yang sama Direktur BUMDes KML, H Sutrisno, SE mengatakan
untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan dukungan dari pemerintah daerah, akademisi, serta pihak swasta dalam memberikan pendampingan bagi BUMDes dalam mengelola potensi wisata desa secara lebih profesional dan berkelanjutan.
Setiap desa memiliki daya tarik tersendiri, baik dari segi alam, budaya, maupun kuliner. Identifikasi potensi ini menjadi langkah awal dalam menentukan konsep wisata yang akan dikembangkan di desa Sendangmulyo ini,” ungkapnya
Pengelolaan pariwisata berbasis desa merupakan langkah strategis dalam meningkatkan ekonomi lokal.
“Untuk sementara ini BUMDes KML, desa Sendangmulyo berpotensi besar di bidang budidaya ikan bandeng, berkat kondisi geografis pesisir yang mendukung serta pengalaman masyarakat setempat dalam pengelolaan tambak,” bilangnya
Sutrisno berharap dengan peran aktif BUMDes KML, dukungan pemerintah, dan partisipasi masyarakat, potensi wisata desa di desa Sendangmulyo dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat desa..














