Madiun, LENSANUSANTARA.CO.ID—Belanja baju Lebaran untuk 95 siswa difabel yang digelar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di sebuah pusat perbelanjaan modern, Sun City Mal di Kota Madiun, menuai perhatian publik. Di satu sisi kegiatan ini membawa kebahagiaan bagi puluhan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB), namun di sisi lain memunculkan pertanyaan karena digelar di mal, bukan di pasar tradisional yang selama ini menjadi fokus penguatan ekonomi rakyat.
pelaksanaannya di pusat perbelanjaan modern menarik perhatian, mengingat pemerintah provinsi selama ini kerap mendorong penguatan UMKM dan pasar tradisional.
Menanggapi hal tersebut, Gubenur Jawa Timur Khofifah, menjelaskan bahwa kegiatan belanja ini menggunakan voucher dengan sistem pembayaran digital, yang menurutnya belum banyak tersedia di pasar tradisional.
“Kalau ke pasar tradisional, coba cek yang punya mesin pembayaran ada tidak?” ujar Khofifah usai menghadiri kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadan 1447 H di Pendapa Muda Graha.
Selain faktor pembayaran digital, Khofifah juga menilai pusat perbelanjaan modern lebih memudahkan mobilitas siswa difabel.
Menurutnya, konsep one stop shopping membuat para siswa tidak perlu berpindah-pindah tempat saat memilih barang.
“Kalau di pasar harus pindah dari toko A ke toko B ke toko C. Di sini (mal) sudah one stop shopping. Carikan pasar yang bisa (seperti itu),” ujarnya.
Saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan mendorong pasar tradisional agar mampu mengakomodasi sistem pembayaran digital untuk kegiatan serupa, Khofifah mengatakan proses tersebut tidak bisa dilakukan secara instan.
“Itu tidak cukup satu dua hari (untuk stimulasi),” pungkasnya.
Meski demikian, kegiatan ini tetap disambut antusias oleh para siswa. Di tengah perdebatan soal lokasi kegiatan, momentum tersebut setidaknya memberikan pengalaman berkesan bagi anak-anak difabel menjelang Hari Raya Idulfitri.














