Berita

Temui UMKM dan Petani di Bunga Desaku, Bupati Jember Sosialisasikan Program Mlijo Cinta dan UHC

1690
×

Temui UMKM dan Petani di Bunga Desaku, Bupati Jember Sosialisasikan Program Mlijo Cinta dan UHC

Sebarkan artikel ini
Bupati Jember Temui Para Petani dan UMKM di Desa Suco, Selasa (7/4/2026).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Dalam rangkaian program (Bunga Desaku) Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan yang digelar di Balai Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, menjadi ajang pertemuan antara pelaku UMKM, para mlijo, serta tokoh tani, Selasa (7/4/2026).

Bupati Jember Gus Fawait, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat komunikasi sekaligus menyampaikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat.

Example 300x600

“Tujuan saya yang pertama adalah menyampaikan program-program pemerintah,” ujarnya Gus Fawait di hadapan warga.

BACA JUGA :
Pemkab Jember Fasilitasi Angkutan Shuttle Bus Gratis Penumpang Pesawat Bandara Notohadinegoro

Salah satu program yang disoroti adalah “Mlijo Cinta”, yang ditujukan untuk membantu para pelaku usaha kecil, khususnya mlijo dan UMKM yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian.

“Sudah bertahun-tahun para mlijo dan UMKM kurang diperhatikan. Untuk itu, kami beri bantuan melalui program Mlijo Cinta. “Saya harap bantuan ini dijaga dengan baik,” paparanya.

Selain Mlijo Cinta, Gus Fawait juga mensosialisasikan program layanan kesehatan gratis bagi warga Jember. Ia menyebutkan bahwa sejak 1 April 2025, masyarakat yang memiliki KTP Jember.

BACA JUGA :
LSM KPK Layangkan Laporan ke Kejaksaan Jember Terkait Dugaan Korupsi TKD Balet Baru

“Bukan hanya orang sakit, ibu-ibu yang hamil juga bisa periksa gratis di puskesmas, bahkan melahirkan juga gratis. Kami siapkan anggaran sebesar Rp400 miliar untuk Universal Health Coverage (UHC),” terangnya.

Pihaknya meminta para mlijo untuk turut membantu menyebarkan informasi tersebut, kepada masyarakat saat berjualan.

“Saya minta tolong kepada para mlijo, saat menjajakan dagangan, sampaikan bahwa berobat gratis bagi warga Jember,” tambahnya.

BACA JUGA :
Warga Patemon Pakusari Jember Keluhkan Sertifikat PTSL Tak Kunjung Selesai, 2 Tahun Menunggu

Dalam sesi dialog dengan sejumlah warga menyampaikan aspirasi. Abdul Hobir, warga Mumbulsari, mengusulkan agar insentif tidak hanya diberikan kepada RT/RW, tetapi juga kepada kelompok tani (gapoktan). Ia juga meminta agar program pupuk organik kembali dibuka.

Sementara itu, Faruk, warga Desa Mumbulsari, menyampaikan kebutuhan akan lahan makam di wilayahnya. Ia juga berharap adanya jaminan BPJS bagi warga seperti halnya RT/RW, serta pembangunan tempat pengolahan sampah,” tuturnya.

error: Content is protected !!