Berita

Inspektorat Jember Lakukan Pemeriksaan Dugaan Pungli BLTS Kesra Desa Seputih

1822
×

Inspektorat Jember Lakukan Pemeriksaan Dugaan Pungli BLTS Kesra Desa Seputih

Sebarkan artikel ini
Bantuan BLTS Kesra di Potong, Rabu (31/12/2025).

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Inspektorat Kabupaten Jember telah melakukan pemeriksaan terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS) Kesra tahun 2025 yang terjadi di Desa Seputih, Kecamatan Mayang.

Dugaan tersebut mencuat setelah seorang Kepala Dusun berinisial SH diduga meminta uang sebesar Rp 200 ribu kepada sejumlah warga penerima bantuan, Rabu (31/12/2025).

Example 300x600

Kepala Inspektorat Kabupaten Jember, Ratno C. Sembodo menyampaikan, bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut. Ia mengatakan, Tim Inspektorat sudah meminta keterangan beberapa warga dan juga terlapor.

BACA JUGA :
2.956 Calon Jemaah Haji Dilepas, Bupati Gus Fawait Titip Doa Indonesia dan Jember

“Hasil pemeriksaan masih didalami oleh Tim,” ujar Ratno di konfirmasi melalui Pesan WhatsApp.

Dugaan pungli tersebut diperkuat dengan adanya surat pernyataan tertulis dari salah satu penerima BLT Kesra. Dalam surat tersebut, warga mengaku menerima bantuan sebesar Rp 900 ribu di Kantor Pos. Namun, setelah diantar pulang oleh salah satu perangkat desa bernama Samholek Halimuhtar, yang diduga merupakan Kepala Dusun SH, warga diminta menyerahkan uang sebesar Rp 200 ribu dengan alasan ongkos jalan.

BACA JUGA :
Perkuat Layanan Kesehatan, RSD Balung Jember Hadirkan Dokter Spesialis Bedah Saraf

“Pernyataan ini saya buat dengan sadar dan sebenar-benarnya,” tulis warga penerima bantuan dalam surat pernyataan tersebut.

BACA JUGA :
Pemkab Jember Tegaskan Hak Siswa SDN Pecoro 02 Tetap Terjamin di Tengah Sengketa Lahan

Hal serupa juga disampaikan oleh SN, salah satu penerima BLTS Kesra. Ia mengaku bantuan yang diterimanya turut dipotong sebesar Rp 200 ribu.

“Menurut SN, tidak hanya dirinya yang mengalami hal tersebut, namun terdapat sekitar enam orang warga lain yang mengalami pemotongan dengan nominal yang sama,” tungkasnya.