Advertorial

Turun Langsung ke Desa, Ipuk Fiestiandani Borong Layanan Kesehatan hingga Bantuan Sosial Lewat Program “Bunga Desa”

1578
×

Turun Langsung ke Desa, Ipuk Fiestiandani Borong Layanan Kesehatan hingga Bantuan Sosial Lewat Program “Bunga Desa”

Sebarkan artikel ini
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani

Banyuwangi, LENSANUSANTARA.CO.ID – Program “Bupati Ngantor di Desa” atau Bunga Desa kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan pendekatan langsung menyentuh masyarakat. Kali ini, Bupati Ipuk Fiestiandani berkantor di tiga desa di Kecamatan Purwoharjo—Kradenan, Purwoharjo, dan Glagahagung—dengan membawa beragam layanan publik, Rabu (29/4/2026).

Sejak pagi, Ipuk memulai kegiatan di Balai Desa Kradenan dengan menggelar sarasehan kesehatan mental yang diikuti sekitar 120 peserta. Kegiatan ini menghadirkan tenaga profesional, termasuk psikiater, serta dibarengi layanan pemeriksaan kesehatan gratis oleh dokter spesialis, mulai dari penyakit dalam, kandungan (SpOG), hingga jantung (SpJP).

Example 300x600

“Dengan kehadiran dokter spesialis langsung di desa, masyarakat bisa mendapatkan penanganan cepat tanpa harus ke kota,” ujar Ipuk.

BACA JUGA :
FOSKAPDA Soroti Status Pulau Tabuhan yang Diduga Masih Belum Ada Kejelasan

Tak hanya layanan kesehatan, Ipuk juga menunjukkan kepedulian dengan mengunjungi warga sakit, salah satunya Mamat (45), yang mengalami lumpuh selama tiga tahun akibat kecelakaan kerja. Dalam kunjungannya, Ipuk langsung menginstruksikan Direktur RSUD Genteng, Sugiyo, untuk segera memberikan penanganan medis lanjutan.

“Nanti dibawa ke rumah sakit untuk terapi. Biaya ditanggung negara, yang penting bapak tetap semangat untuk sembuh,” ucapnya memberi motivasi.

Di Desa Purwoharjo, bantuan sosial turut disalurkan berupa alat bantu bagi penyandang disabilitas, seperti kursi roda, walker, dan kruk kepada 25 penerima. Bantuan serupa juga diberikan di desa lain, termasuk kepada warga difabel perempuan.

BACA JUGA :
Curah Hujan Tinggi Guyur Desa Jambewangi Akibatkan Banjir Hingga ke Permukiman Warga

Tak berhenti di sektor kesehatan dan sosial, Ipuk juga mendorong penguatan ekonomi desa. Ia meninjau langsung budidaya ikan lele milik warga serta greenhouse melon hidroponik yang menjadi potensi unggulan setempat. Selain itu, bantuan bibit manggis juga diberikan kepada petani dalam kunjungan ke kawasan pertanian terpadu (integrated farming).

Di sektor pendidikan, kegiatan Bunga Desa menyasar sekolah. Di SDN 1 Purwoharjo, Ipuk memantau pelaksanaan tes kemampuan akademik sekaligus memberikan edukasi kepada siswa dan guru, mulai dari wawasan kebangsaan, kesehatan mental, hingga pendidikan reproduksi.

Kegiatan ini juga diramaikan dengan sosialisasi mitigasi bencana oleh BPBD serta edukasi pencegahan kebakaran bagi wali murid oleh petugas pemadam kebakaran.

BACA JUGA :
Bondan: Kehadiran AHY Besok Ternyata Ditunggu Masyarakat di Banyuwangi

Sementara itu, di Balai Desa Karetan, Ipuk membuka ruang konsultasi bagi perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga pengelola BUMDes guna memperkuat tata kelola pemerintahan desa.

Menariknya, dalam setiap pelaksanaan Bunga Desa, masyarakat juga bisa mengakses layanan publik terpadu secara langsung. Mulai dari administrasi kependudukan, pembayaran pajak, perizinan usaha, hingga konsultasi kesehatan gratis tersedia dalam satu lokasi.

Melalui program ini, Pemkab Banyuwangi terus mempertegas komitmennya dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memastikan pembangunan yang merata hingga ke pelosok desa.(Munawar)