Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pendidikan menggelar pameran pendidikan bertema “Transformasi Pendidikan Berbasis Cinta Anak” dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Senin (11/5/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Arief Tjahyono, Ketua DPRD Kabupaten Jember Ahamad Halim, sejumlah kepala OPD, camat, guru dan pelajar.
Berbagai stan dipamerkan dalam gelar karya tersebut, mulai dari klaster perkotaan dan UMKM, perkebunan, pesisir dan perikanan, pertanian, hingga stan pendidikan keluarga. Seluruh karya merupakan hasil kreativitas siswa dan guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Jember.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hardiknas 2026.
“Bagaimana kita menampilkan karya daripada adik-adik ini yang kalau kita lihat luar biasa, tidak kalah dengan karya orang dewasa. produknya juga beragam dan mewakili kondisi geografis Kabupaten Jember,” ujarnya.
Menurutnya, gelar karya tersebut menjadi wadah bagi siswa dan guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK dan RA, SD dan MI, SMP dan MTs, hingga SMA, SMK, MA, SLB, serta PKBM untuk menunjukkan praktik baik dan inovasi pendidikan.
Arief menjelaskan, konsep pameran dibagi dalam beberapa klaster yang menggambarkan topografi dan karakter wilayah Kabupaten Jember, yakni klaster perkotaan dan UMKM, perkebunan, pesisir dan perikanan, serta pertanian.
“Petunjuk dari Gus Bupati, peringatan Hari Pendidikan Nasional ke depan tidak hanya sekadar upacara seremonial. Setelah sebelumnya ada talkshow, sekarang kita adakan pameran gelar karya siswa dan guru,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Arief juga menyinggung pentingnya keberagaman dan toleransi di dunia pendidikan. Menurutnya, penampilan budaya Tiongkok dalam pembukaan menjadi simbol keberagaman masyarakat Jember.
“Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras Bupati Jember dalam memperjuangkan bantuan pendidikan ke pemerintah pusat sehingga Kabupaten Jember menjadi salah satu daerah penerima revitalisasi terbesar di Indonesia,” pungkasnya.














